Disdukcapil Lanny Laya terus disoroti

 

Tiom, [WAGADEI] – Selama ini kebijakan Pemerintah Kabupaten [Pemkan] Lanny Jaya terbilang cukup luar biasa dalam menangani pelayanan pembuatan e-KTP, namun diminta agar Bupati Lanny Jaya perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja pelayanan perekaman e-KTP selama ini.

Hal itu dikatakan Welius Yigibalom, tokoh pemuda Lanny Jaya bahwa ada beberapa kasus yang ditemukan pihaknya adalah calon mahasiswa maupun mahasiswa yang lama tidak terkoneksi dengan nomor induk kependudukan atau NIK.

“Mahasiswa yang datang ke kota untuk berstudi ini, semua NIK tidak terdaftar sehingga ditolak sistem di kampus. Oleh sebab itu, kami meminta kepada pemerintah mengevaluasi kinerja di dinas ini,” kata Welius Yigibalom kepada wagadei.com, Sabtu, [25/72020].

Welius mengaku, menurut petugas bahwa e-KTP bisa jadi dua sampai tiga bulan, tetapi yang menjadi pertanyaan adalah mengapa oknum tertentu bisa diperoleh dalam sehari saja.

“Punya orang penting atau penjabat yang punya uang itu KTP satu bisa jadi hari saja. Sedang orang-orang tua dari kampung datang menunggu waktu yang cukup lama,” ucapnya.

Perlakuan pelayanan ini, kata dia, sudah tidak betul mahasiswa banyak ketinggalan, seperti membuka tabungan [rekening bank] juga daftar kampus sangat dipersulit karena NIK tidak terdaftar.

“Ini sangat fatal. Ada juga ada orang orang baru pindah ke kabupaten Lanny Jaya dari kabupaten lain perlu dicek baik surat pindah, petugas stop berdagang di situ,” katanya. [*]

Reporter: Yas Wenda

Editor: Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares