Tokoh muda awam Katolik; pernyataan 57 imam Katolik pribumi adalah suara hati OAP

Jayapura, [WAGADEI] – Pernyataan dari 57 Imam Katolik asli Papua merupakan prinsip-prinsip kemanusiaan yang terkandung dalam ajaran sosial Gereja [ASG] yang berada dalam jantung hati gereja Katolik universal.

Hal itu ditegaskan tokoh muda awam Katolik Papua, Fransiskus Xaverius Magai bahwa pernyataan para Imam Katolik meminta Pemerintah Indonesia segera menggelar referendum bagi bangsa Papua Barat. Sebab pernyataan mereka adalah murni mewakili sikap Gereja Katolik Roma.

“Kami sangat mendukung pernyataan para Imam Katolik Papua ini. Karena akarnya adalah Kitab Suci Kristiani, namun relevansinya menjangkau semua manusia. Ya lepas dari suku, ras etnik, ataupun agamanya,” ujar Fransiskus Xaverius Magai kepada wagadei.com, Jumat, [25/7/2020].

ASG yang ditulis oleh para Paus atau pimpinan tertinggi Gereja Katolik ini, menurut Magai bahwa berbicara tentang hal-hal yang secara langsung mempengaruhi hidup banyak orang

“Tak hanya orang Katolik saja, seperti soal-soal keadilan sosial, solidaritas, perdamaian, dan kepedulian soal harkat dan martabat manusia,” ucap aktivitas kemanusiaan ini.

Ia mengatakan, dalam hal ini gereja tidak berpolitik, juga tidak mengintervensi otonomi negara. Namun gereja melalui para imam lokal tersebut berbicara dari segi kemanusiaan setelah melihat, merasakan dan juga mengalami penderitaan yang dialami orang asli Papua selama puluhan tahun.

“Imbas dari kepentingan politik negara dan ekonomi global di tanah Papua yang berujung pada degradasi kemanusiaan kaum pribumi Papua. Maka untuk menyelamatkan manusia Papua, gereja dengan jelas mengeluarkan pernyataan sikap kepada negara Indonesia untuk memberi pilihan bebas kepada rakyat papua melalui mekanisme referendum yang dimediasi oleh pihak independen,” ungkapnya tegas. [*]

Reporter: Aweidabii Bazil
Editor: Admin

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares