SMAK Aweidabi Deiyai gelar Pelisade 2020/2021

 

Deiyai, [WAGADEI] – Sebanyak 28 siswa yang terdiri dari 25 siswa baru dan 3 siswa lama SMA Katolik atau SMAK Aweidabi Deiyai menggelar pengenalan lingkungan SMAK Aweidabi Deiyai atau disingkat menjadi Pelisade tahun ajaran 2020/2021 selama tiga hari mulai tanggal 16 hingga 18 Juli 2020.

Wakil Kepala SMAK Aweidabi Deiyai, Agutian Tatogo selaku ketua panitia kepada wagadei.com mengatakan, pelaksanaan Pelisade ini bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah, entah gedung, lokasi, halaman, kurikulum, aturan, tata tertib, dan tenaga pendidik kepada calon siswa baru.

“Istilah Pelisade ini kami gunakan di kalangan SMAK Aweidabi Deiyai saja. Sementara istilah umumnya yakni MPLS atau masa pengenalan lingkungan sekolah,” kata Agustian Tatogo Kamis, (23/7/2020) di Waghete.

Ia menambahkan, pihaknya menggelar masa orientasi siswa tersebut digunakan secara bersamaan bukan online. “Itu setelah keputusan bersama, bahwa di Deiyai sudah tak ada Covid-19,” ucapnya.

“Jadi semua siswa dan para guru datang ke sekolah, lalu kami sama-sama laksanakan kegiatan tersebut. Jadi sudah berjalan aman dan lancar, tidak ada kendala,” kata Tatogo.

Irene Ukago, selaku pendamping Pelisade mengatakan, semua siswa turut ikut selama tiga hari tanpa terkecuali, sehingga semua materi yang diberikan pihaknya cukup memuaskan bagi calon siswa baru.

“Mereka semua ikut dengan antusias, dari hari pertama hingga hari terakhir. Tujuan yang kami inginkan akhirnya tercapai dengan baik. Semoga kedepan dipertahankan terus demi perubahan sekolah kami lebih baik,” kata Ukago.

Kepala SMAK Aweidabi Deiyai, Anton Badii mengatakan, sekolah yang dipimpin telah berstatus akreditasi B, pihaknya berkomitmen untuk terus membenahi guna mendapatkan predikat tertinggi lagi, yakni akreditasi A.

“Sekolah kita ini bukan sekolah biasa, tetapi sekolah luar biasa, karena pada saat pelaksanaan akreditasi, sekolah ini sudah terakreditasi dengan predikat B. Kita terus mempertahankan akreditasi tersebut, ke depan kami berusaha untuk dinaikan menjadi A. Tentu semua itu melalui berbagai tahapan dan seleksi,” kata Badii.

Akreditasi itu kata dia, berarti kualitas pendidikan di sekolah juga terbilang bagus sehingga dijadikan sekolah menengah atas itu harus berbobot.

Ia menambahkan, pendaftar calon siswa baru tiap tahun selalu meningkat. “Tahun ini luar biasa melonjak naik. Saya berterimakasih kepada panitia penerimaan siswa baru,” ucapnya. [*]

Reporter: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares