Turun kebun kopi, Bupati Paniai beri modal usaha

Paniai, [WAGADEI] – Bupati Paniai Meki Nawipa melakukan turun ke kebun kopi pada Jumat, (17/7/2020) di kampung Baamoma, distrik Aradide, Kabupaten Paniai. Dalam kunjungan tersebut diikuti oleh sejumlah pejabat diantaranya Kepala Dinas Pertanian Junaidi Zonggonau, Kabag Humas Setda Priska You dan sejumlah anggota DPRD setempat, para Kepala Distrik dari wilayah tiga.

Bupati Meki mengatakan, siapapun yang memiliki tanaman kopi seluas 1 hektar, akan diberikan bantuan uang tiap bulan Rp 3 juta.

“Jadi kalau ada yang lebih dari satu hektar maka kita sesuaikan dengan ukuran. Seandainya ada yang tanam kopi 5 hektar, maka tiap bulan akan kami kasih uang Rp 15 juta,” ujar Bupati Meki di depan petani kopi.

Ia mengatakan, mulai tahun 2021 dirinya akan berkantor di kebun kopi. Sehingga mudah untuk temui orang nomor satu di negeri Wagadei ini. “Berkaitan dengan proposal kopi, saya akan turun lihat, dan berikan uang di kebun,” ucapnya.

“Jadi mulai tahun depan, saya berkantor di kebun kopi. Siapa yang sudah ada kebun kopi, saya datang lihat dan kasih uang. Tidak perlu bawa datang proposal ke kantor Bupati lagi. Itu sudah pasti,” kata profesi penerbang ini.

Kesempatan itu, Nawipa memberikan modal usaha kepada tiga kelompok tani kopi sebesar Rp 90 juta, langsung disaksikan oleh ratusan masyarakat yang hadir pada saat itu.

“Ini saya kasih karena kalian sudah kerja, sudah tanam kopi, sudah bikin pagar. Kedepan, saya akan datang sekali dalam dua minggu,” katanya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Junaidi Zonggonau mengatakan, pihaknya mendukung penuh program yang ditetapkan oleh Bupati Paniai, soal penanaman kopi.

“Sebab hari ini kopi jadi komoditas unggulan di seluruh dunia,” ucapnya.

“Kebun kopi ini tidak rugi, hasilnya akan dinikmati oleh masyarakat sendiri,” kata dia.

Ketua tani kopi Yohanes Yogi mengatakan, kehadiran Corona justru pihaknya membuat kebun kopi seluas satu hektar.

Pihaknya berharap kepada Bupati Paniai agar dibuatkan sebuah regulasi agar kelak ada pemimpin digantikan maka komoditas tersebut tetap berjalan. [*]

Reporter: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares