Aneh, penetapan DPRP 14 kursi tanpa presentasi makalah

Jayapura, [WAGADEI] – Tahapan seleksi untuk DPRP jalur pengangkatan atau 14 kursi dinilai sarat kepentingan di tingkat elit provinsi Papua, dan para tim seleksi. Pasalnya, tanpa melaksanakan satu tahapan langsung menetapkan calon yang lulus.

Donatus Mote, salah satu calon DPRP 14 kursi dari wilayah Meepago asal Kabupaten Deiyai mengaku ada kejanggalan dalam penetapan 42 calon tetap dari 150 besar calon sementara.

“42 nama DPRP jalur pengangkatan yang ditetapkan itu apakah berdasarkan kriteria poin terbanyak atau setelah 150 besar sudah laksanakan satu tahapan tes untuk masuk 42 besar?,” ujar Donatus Mote bertanya kepada wagadei.com, Selasa, [7/7/2020].

Soalnya, kata dia, menurut panitia seleksi atau pansel bahwa setelah 150 besar akan dilaksanakan tes presentasi makalah.

“Tetapi jadwal tesnya belum diterbitkan dan langsung umumkan 42 nama calon tetap,” ungkapnya.

Ia bahkan mempertanyakan, bagaimana mekanisme seleksi yang jelas dalam seleksi, apa kriteria penilaiannya, dan apakah tergantung lobi politik kepada pansel dan MRP?

“Mohon keterangan dari Pansel Provinsi Papua,” ucapnya.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi dari pihak Pansel Provinsi Papua. [*]

Reporter: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares