PHP Dev Cloud Hosting

OPM adalah rahim mama bagi perjuangan seluruh bangsa West Papua untuk merdeka

  • Bagikan

Oleh: Gembala Dr. Socratez S. Yoman, MA

“Ingat, para pejuang West Papua Merdeka, jangan angkat diri menjadi Ketua OPM. OPM itu RAHIM MAMA atau PERAHU dan HONAI besar milik seluruh rakyat dan bangsa West Papua dari Sorong dan Merauke. Jadi, Ketua OPM itu harus diangkat dan diakui dalam rapat resmi oleh rakyat dan bangsa West Papua yang ada di Dalam Negeri dan di Luar Negeri, dan harus ada pengakuan umum. Orang yang angkat diri dan mengaku Ketua OPM itu sebaiknya secara adat orang Melanesia harus sadar dan tahu diri serta malu.”

Para pembaca setia yang mulia dan terhormat. Tulisan “Realitas Dinamika Sejarah Politik”, penulis membatasi diri pada tujuan dan peran dari PERAHU atau HONAI besar yang dimiliki rakyat dan bangsa West Papua bernama Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Karena, sayang sekali, selama bertahun-tahun, sebagian besar para sarjana orang Papua memenjarakan diri dengan “demam ketakutan.” Penulis sangat memahami rasa ketakutan yang dihinggapi dalam hidup orang-orang terdidik. Penguasa kolonial Indonesia merasa sangat terganggu kalau ada orang terdidik asal Papua yang tampil bersuara kritis untuk mendidik dan membangkitkan martabat dan moral bangsanya.

Saya meminjam kata Dr. Ibrahim Peyon, Ph.D, karena demam ketakutan itu, maka lahirlah “para intelektual akomodasi.” Artinya, para kaum terdidik Papua yang memperkuat dan melayani keinginan para kaum kolonial Indonesia. Itu wajar, karena mereka dibayar oleh Negara.

Perasaan “demam ketakutan” dan sikap “para intelektual akomodasi” itu dapat diterima dengan akal sehat kita. Karena ada contoh nyata.

Arnold Clemens Ap, suara cenderawasih, suara rakyat Papua itu dibunuh oleh Pasukan Kopasanda (sekarang: Kopassus). Karena, kehadiran Arnold Ap dan kawan-kawan benar-benar membangunkan dan menginspirasi rakyat dan bangsa West Papua dengan kekuatan suara-suara mereka yang penuh makna, arti dan pesan-pesan moral kebangkitan bangsa Melanesia.

Dalam dinamika realitas “demam ketakutan”, “intelektual akomodasi” serta intelektual yang hidup dalam “zona nyaman semu”, kita telah gagal mendidik atau mengedukasi rakyat dan bangsa kita, West Papua. Terutama, dalam membangun pengertian yang benar tentang tujuan dan arti lahirnya dan keberadaan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Selama ini, keberadaan OPM salah ditafsirkan atau diterjemahkan oleh rakyat West Papua sendiri, terutama ada orang-orang yang menamakan diri anggota OPM. Karena salah dimengerti dan salah ditempatkan oleh beberapa orang Papua, maka pemerintah Indonesia melalui TNI dan Polri dengan gampang dan mudah memanipulasi atau merekayasa OPM secara masif untuk kepentingan memperkokoh pendudukan dan penjajahan Indonesia West Papua.

Penulis ambil salah satu contoh. Adik yang berinisial MK sampaikan saran kepada penulis setelah artikel ini diviralkan ke media sosial. “Ketua OPM dan ULMWP itu Tuan Benny Wenda. Karena, OPM adalah ULMWP dan ULMWP adalah OPM.” (Filep.J.S. Karma).

“Bapak Gembala kontenks ini saya tdk mendukung. Kami jangan bunuh roh dan samangat pejuang sebagai pimpinan OPM yang tinggal di hutan. Ingat, mereka tinggal di hutan bukan hanya begitu saja. Tapi, mereka punya hati untuk sedang berjuang ideologi bangsa Papua. Mereka OPM yang sedang memegang akar persoalan perjuangan Papua Merdeka.”

Penulis sangat berterima kasih kepada MK. Karena, kebanyakan orang, pembaca setia tulisan-tulisan saya jarang berikan saran dan masukan kritis serta positif seperti ini.

Hampir sebagian besar 95% rakyat dan bangsa West Papua dan 100% rakyat dan bangsa Indonesia serta pemerintah,TNI-Polri mempunyai pemahaman bahwa OPM itu sama dengan kekerasan. OPM itu identik dengan tinggal di hutan. OPM itu sama dengan rambut panjang dan penampilan yang menakutkan. OPM tembak dan membunuh orang-orang pendatang. Ini pemahaman yang sangat menyesatkan dan mng-kriminal-kan PERAHU dan HONAI besar yang dimiliki rakyat dan bangsa West Papua, yaitu OPM.

Karena itu, penulis berupaya untuk menulis Realitas Dinamika Sejarah Politik untuk pencerahan sebagai pembelajaran apa arti dan roh sesungguhnya Organisasi Papua Merdeka itu.

“OPM bukan wadah militer. OPM bukan misi militer. OPM adalah wadah politik. OPM adalah misi politik. OPM melahirkan pasukan militer untuk mewujudkan misi politik, yaitu West Papua Merdeka.”

Artinya, “OPM itu payung untuk seluruh perjuangan rakyat dan bangsa West Papua. OPM mengawal seluruh pasukan militer yang dimiliki bangsa West Papua. OPM mengawal dan mengawasi seluruh perjuangan diplomasi di Dalam dan di Luar Negeri. OPM SEBAGAI RAHIM MAMA BAGI PERJUANGAN SELURUH RAKYAT dan BANGSA WEST PAPUA.”

Dalam sejarah mencatat, OPM didirikan oleh Terianus Aronggear dan Aser Demotekay, Johan Ariks, Lodewijk Mandacan, Barends Mandacan, Ferry Awom dan Permenas Awom bersama para pemimpin lain di Manokwari pada 26 Juli 1965 untuk misi politik, yaitu West Papua Merdeka. OPM telah dibentuk sebagai perahu politik dan aksi militer dilaksanakan dan dipimpin oleh Ferry Awom dan kawan-kawannya yang dikenal dengan peristiwa Arfai berdarah pada 28 Juli 1965 dimana Markas TNI dibongkar.

Selama 6 (enam) tahun sejak 26 Juli 1965 sampai 31 Juni 1971 selama kurun waktu dan sepanjang itu, OPM belum mempunyai militer secara organisasi atau dengan pengertian lain OPM belum membentuk Kesatuan Militer West Papua, walaupun aksi-aksi militer sudah ada.Dalam sejarah membuktikan, bahwa melalui Rahim Mama OPM melahirkan atau membentuk militer secara resmi pada 1 Juli 1971 di Desa Waris, dikenal luas Markas Viktoria (Mavik), yaitu Tentara Nasional Papua (TNP). Pada kesempatan ini dipertegas eksistensi (keberadaan) OPM sebagai wadah Persatuan Perjuangan Bersama West Papua Merdeka dibawah pimpinan Brigadir Jenderal Seth Jafet Rumkorem, Jakob Prai bersama para pejuang lain.

Contoh nyata OPM sebagai wadah politik bukan wadah militer, yaitu markas OPM di Luar Negeri di Senegal, Dakar, OPM ada di Belanda, OPM ada di Australia, OPM ada di Vanuatu dan OPM ada di PNG.

Jadi, jelas dan terang di sini. Para pejuang Papua Barat Merdeka yang terwadahi dalam PERAHU dan HONAI besar, yaitu OPM di Senegal, Dakar tidak pegang senjata, OPM di Belanda tidak pegang senjata, OPM di Australia tidak pegang senjata, OPM di Vanuatu tidak pikul senjata, dan OPM di PNG tidak membawa senjata.

Fakta sejarah militer yang dilakukan Brigadir Jenderal Seth Rumkorem dengan bekal pengetahuan dan keahlian militer yang diperolehnya, Rumkorem memulai tugasnya dengan mendidik/melatih para pemuda Papua untuk menjadi Tentara Nasional Papua (TNP) pada Juli 1971 di Waris, di Markas Victoria (Mavic). Pemuda yang dilatihnya diantaranya: Simon Imbiri, Habel Atanay, Jereth Wayoi, John Upuya, Aquila Major, Sepi Wayoi, Philemon Yarisetouw, Yosephat Wayoi, Marthen Tabu, Jance Demetouw, dan masih banyak lain.

Di sini menjadi jelas bagi para pembaca. OPM membentuk sayap militer dan sayap diplomasi politik. Jadi, OPM sebagai organisasi induk telah menjadi seperti RAHIM MAMA yang telah melahirkan TPN-PB, TRWP, TPN dan TPN sebagai pasukan yang berada di lapangan medan pertempuran melawan pendudukan dan penjajahan kolonial atau disebut pagar rakyat dan bangsa West Papua.

Kita harus jujur. Selama ini kita belum pernah melakukan pendidikan terbuka kepada rakyat dan bangsa West Papua dan bangsa Indonesia tentang perjuangan dilakukan oleh seluruh pejuang. Kita lebih banyak memilih tinggal di “zona nyaman yang semu atau hampa.” Kita sudah terpenjara dalam penjara ketakutan. Kita sudah menjadi budak ideologi dan sejarah bangsa kolonial Indonesia.

1. TPN PB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat). Panglimanya Jend. Goliat Tabuni. Hasil Konferensi di Biak 2012 yg dimediasi oleh KNPB.

2. TRWP (Tentara Revolusi West Papua), Panglimanya Jend. Matias Wenda, hasil proses yg diinisiasi oleh Sem Karoba?

3. TNP (Tentara Nasional Papua), panglimanya Jend. Elieser Awom (meninggal dunia) dan penggantinya, Fernando Warobai. Ini dari Negara Federal Republik Papua Barat.

4. TPN (Tentara Pembebasan Nasional), Jend. Amos Serontouw, ini proses rekonsiliasi yang dimediasi oleh Tim LSM. Panglimanya Brigjen Richard Yoweni (meninggal 2016) dan Kepala Staf Jend. Kelly Kwalik ( ditembak mati TNI, Densus 88 pada,2009).

Melalui tulisan Realitas Dinamika Sejarah Politik ini, penulis ingatkan kepada pasukan militer: TPN-PB, TRWP, TNP, dan TPN harus waspada supaya nama OPM jangan disalahgunakan oleh TNI dan Polri, lebih khusus dari Kopassus seperti yang pernah terjadi pada setiap tanggal 17 Agustus tiap tahun dan berulang-ulang di Kabupaten Puncak Jaya: OPM menyerahkan diri dan kembali kepada NKRI dan mengembalikan beberapa pucuk senjata. (Ini pernah terjadi waktu Henock Ibo menjadi bupati).

OPM membentuk wadah atau misi politik dalam bentuk diplomasi dan OPM juga membentuk pasukan militer sebagai pagar negara atau pelindung rakyat.

Jadi, ingat baik-baik dan mengerti baik-baik. OPM tidak menjadi pagar Negara dan pelindung rakyat. Karena, OPM itu nama PERAHU dan HONAI besar didalamnya ada penumpang seluruh rakyat West Papua. Yang bertanggungjawab dan melindungi serta menjaga rakyat dan bangsa West Papua dalam PERAHU dan HONAI besar yang disebut OPM itu tanggungjawab TPN-PB, TRWP, TNP, dan TPN.

Penulis peringatkan kepada para Jenderal, Para Panglima dan Para Komandan dan seluruh anggota pasukan militer dari TPN-PB, TRWP, TNP dan TPN, sama-sama bersuara dan membuat pernyataan resmi kalau ada orang yang menamakan diri OPM dan menyerahkan diri kepada penjajah kolonial Indonesia, karena OPM bukan orang, OPM itu nama PERAHU dan HONAI. Yang ada pasukan militer adalah TPN-PB, TRWP, TNP dan TPN.

Masuk akal, kalau disebut Panglima dan Komandan TPN-PB menyerahkan diri dengan pasukannya. Atau Panglima dan Komandan TRWP, TNP dan TPN dan anggotanya menyerahkan diri kepada kolonial Indonesia. Tetapi, bukan Pemimpin OPM menyerahkan diri kepada NKRI.

Dari penjelasan singkat yang belum sempurna ini mendukung tulisan saya tentang Realitas Dinamika Politik pada Jumat, 3 Juli 2020 dengan tema: KETUA RESMI OPM DAN ULMWP ADALAH TUAN BENNY WENDA: ULMWP ADALAH HONAI DAN PERAHU BESAR MILIK BANGSA WEST PAPUA DAN ULMWP PENJELMAAN ROH BARU DARI OPM

“Ketua resmi OPM dan ULMWP itu Tuan Benny Wenda. Karena, OPM adalah ULMWP dan ULMWP adalah OPM.” (Filep.J.S. Karma).

“ULMWP adalah roh baru dari OPM.” (Rex Rumakiek).

“ULMWP adalah kita dan kita adalah ULMWP. “( Mikha G.).

Anton S. pada Jumat, 3 Juli 2020, setelah membaca pernyataan Filep J.S. Karma, bahwa “Ketua resmi OPM dan ULMWP itu Tuan Benny Wenda. Karena, OPM adalah ULMWP dan ULMWP”, pak Anton memberikan respons sebagai berikut:

“Amen. Saya sudah baca surat penunjukkan Tuan Yacob Hendrik Prai atas kakak Tuan Benny Wenda sebagai ketua Perjuangan bersama. Para Tokoh lainnya, saya belum sempat baca surat seperti itu, Bapak Gembala.”

Penulis mempunyai keyakinan, bahwa ungkapan hati nurani dan keyakinan politik dua tokoh besar dan pejuang sejati, Tuan Rex Rumakiek dan Tuan F.J.S. Karma adalah dasar, alasan serta yang sulit kita bantah dengan nalar kita. Karena, dua tokoh ini mempunyai kisah panjang dalam sejarah perjalanan OPM yang sekarang terjelama dalam roh baru yang dikenal Perahu dan Honai Besar, yaitu ULMWP.

Jika kita semua dapat merenungkan dan menjiwai dengan rendah hati, jujur dan hati serta pikiran terbuka tentang ungkapan hati nurani dua tokoh dan pejuang sejati Tuan Rex Rumakiek dan Tuan Filep Karma, maka kita disadarkan tentang roh dan keberadaan OPM dan ULMWP yang sesungguhnya.

Karena, selama ini kita dibingungkan dan dikaburkan dengan pernyataan-pernyataan di media sosial oleh beberapa generasi muda sebagai aset bangsa West Papua yang belum menempatkan diri dengan tepat, proporsional dan profesional.

Terima kasih banyak patut kita sampaikan kepada dua tokoh pejuang dan pahlawan sejati dari puluhan, ratusan bahkan ribuan pejuang sejati yang ada dan juga sudah berpulang.

Tuan Rex Rumakiek dan Tuan F.J.S. Karma sangat membantu kita semua untuk mengerti posisi Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sudah terjelma dalam honai dan perahu besar ULMWP.

Penegasan dari dua tokoh ini sudah cukup memadai. Karena itu, mari, seluruh rakyat dan bangsa West Papua dari Sorong-Merauke-Samarai, berkomitmen untuk menjaga dan mendukung penuh ULMWP SEBAGAI HONAI DAN PERAHU BESAR MILIK BANGSA WEST PAPUA DAN ULMWP YANG MERUPAKAN PENJELMAAN ROH BARU DARI OPM.

“ULMWP adalah OPM dan OPM adalah ULMWP.

“ULMWP adalah kita dan kita adalah ULMWP.”

“Kita adalah OPM dan OPM adalah kita.”

ULMWP is a new spirit of OPM” (Tuan Rex Rumakiek).

Rex Rumakiek salah satu pilar penting dari OPM dalam suatu pertemuan bersejarah para pemimpin ULMWP pernah menyampaikan keyakinan politiknya.

” ULMWP adalah perwujudan roh dari OPM.” Jadi, tidak ada orang secara kelompok atau pribadi mengkleim atau mengaku dirinya adalah Ketua OPM.”

Rabu, 1 Juli 2020, penulis berkesempatan menelepon salah satu tokoh besar, Filep Jacob Semuel Karma, lebih populer Filep Karma. Tidak asing untuk semua orang, termasuk komunitas global tentang tokoh besar seperti Filep Karma.

Ia dikenal luas sebagai pejuang sejati martabat kemanusiaan, kesamaan derajat, kesamaan hak politik dan hak hidup, keadilan dan perdamaian permanen bagi bangsanya West Papua. Filep Karma terkenal perjuang West Papua Merdeka dengan jalan damai dan dialog damai yang setara dan bermartabat.

Filep sampaikan: “Pak Yoman, saya ini OPM dan saya juga ULMWP. Jadi, tidak boleh ada orang yang buat pemisahan antara OPM dan ULMWP. Karena OPM adalah ULMWP dan sebalaiknya ULMWP adalah OPM.”

“Orang-orang keliru, kalau ada yang bedakan OPM dan ULMWP. Karena proses perjuangan yang panjang dari para tokoh OPM telah melahirkan ULMWP.”

“ULMWP itu dibentuk oleh para pejuang OPM sejati. Contohnya: Tuan Rex Rumakiek, Tuan Andy Ayamiseba, Tuan Jacob Rumbiak, Tuan Hengky Rumbewas, Nona Leoni Tanggafma anak pejuang OPM dan masih banyak nama lain lagi.”

Pendeta Dorman Wandikbo, S.Th. Presiden Gereja Injili di Indonesia sering sampaikan dalam berbagai kesempatan. “Kita semua yang berambut keriting dan kulit hitam ini adalah OPM. Jadi, kita sebagai Orang Asli Papua ini tidak katakan bahwa saya bukan OPM.”

Pdt Dr. Benny Giay, Ketua Sinode Kingmi di Tanah Papua sering sampaikan. “Kamu gubernurkah, bupatikah, walikotakah, pejabat tinggikah, kamu semua hidup dalam penjara Indonesia. Karena, kamu semua dianggap OPM, Separatis, Makar.”

Jadi, orang Indonesia yang tinggal, hidup dan bekerja di West Papua di atas Tanah ini berarti Anda berada dalam Rahim OPM. Makan makanan ubi, sayur, keladi, singkong, dan ikan dan lain-lain berasal dari rahim OPM yang sekarang terjelma dalam ULMWP.

Menurut penulis, pandangan dan keyakinan penguasa kolonial Indonesia dan sebagian rakyat Indonesia yang RASIALIS memandang bahwa semua Orang Asli Papua, rambut keriting dan kulit hitam itu anggota OPM, Separatis, Makar.

Ingat, ULMWP dan Rakyat dan bangsa West Papua tidak berjuang sendirian. Tetapi, seluruh masyarakat global bersama-sama ULMWP berdiri dengan semangat solidaritas dari “Black Lives Matter. West Papua Lives Matter” menjadi kekuatan kita untuk membela dan mempertahankan martabat kami sebagai manusia di atas Tanah leluhur kami bukan sebagai Separatis, Makar.

“Saya berkomitmen dan konsisten menggunakan iman saya, ilmu pengetahuan, posisi saya, talenta saya, pengaruh saya serta pengalaman saya untuk mengejar orang-orang yanh melawan ULMWP sebagai roh baru dari OPM dimana dan kapan saja di planet ini dimanapun dengan cara-cara saya demi bangsaku West Papua” ( Gembala Dr. Gembala Socratez S.Yoman).

Tuhan Yesus memberkati ULMWP yang terwujud dari roh OPM dan rakyat dan bangsa West Papua, seluruh pejuang di hutan dan di Dalam dan Luar Negeri serta para solidaritas kemanusiaan.

Ita Wakhu Purom, Sabtu, 4 Juli 2020.

Penulis adalah Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, anggota Dewan Gereja Papua (WPCC), anggota Konferensi Gereja Pasifik (PCC) dan anggota Baptist World Alliance (BWA).

CATATAN untuk para pembaca; “Kita jangan puas dengan tulisan. Karya ini, sangat jauh dari yang sempurna. Mari, kita sama-sama mencari data dan informasi untuk membangun sejarah kita yang benar. Tulisan ini hanya catatan pengantar untuk kita semua.”

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *