Pastor Neles Tebay pernah bilang Otsus telah diplesetkan jadi Otonomi Kasus

Oleh: Marius Goo

MENGENANG seorang sosok Pater Neles Tebay Kebadabi, Pr tidak hanya mengharukan namun juga mengharumkan. Terharu bahwa beliau telah bersejarah [hidup sebagai orang Papua], membuat sejarah Papua menjadi makin jelas, namun juga mengharumkan Papua, bahkan telah menjadi bunga bangsa. Namanya tidak menjadi bangkai, namun bibit unggul di tanah Cendrawasih. Beliau juga sebagai pemikir, pemimpin, nabi, pastor juga politikus, telah melihat situasi Papua secara jelih, cerdas dan cerdik.

Pastor yang sangat lugu, suci, sederhana dan peka pada situasi real, beliau berjuang kemerdekaan dengan jalan damai. Dia telah menilai secara benar bahwa Otsus yang adalah Otonomi Khusus, oleh Pemerintah Indonesia diplesetkan menjadi Otonomi Kasus. Pertanyaan terakhir, bagaimana Indonesia yang berkasus dengan Papua menyelesaikan kasus sediri? Sebaiknya, otonomi khusus yang jadi kasus, harus diberhentikan, diganti dengan damai dan merdeka. Karena semua manusia ingin hidup berdamai dan merdeka dari satu terhadap yang lain.

Otonomi Khusus

Dalam Undang-undang Otonomi Khusus, rakyat asli Papua menjadi prioritas pembangunan dan pemberdayaan. Otonomi khusus diberlakukan agar Papua tidak merdeka. Jadi, Otonomi khusus adalah pengganti Papua merdeka. Jika Otonomi khusus gagal, maka Papua Merdeka.

Sejak Undang-undang Otonomi khusus diberlakukan hingga kini, Otonomi khusus telah gagal. Bukan saja gagal, tetapi telah menjadi kasus. Otonomi khusus berbalik arah dari tujuan sejati.

Sejak Otonomi khusus diberlakukan hingga kini (20 tahun) kontrak, hampir ribuan, bahkan jutaan manusia Papua telah menjadi korban. Sehingga, Otonomi khusus bukan lagi untuk memberdayakan, membangun manusia Papua, melainkan membunuh manusia Papua. Arti Otonomi khusus jadi Otonomi kasus yang sesungguhnya adalah adanya pertikaian, konflik, penindasan dan pembantaian atas rakyat Papua di era Otonomi khusus.

Otonomi Kasus

Otonomi khusus telah menjadi Otonomi kasus. Jika demikian, rakyat Papualah biang pembodohan, pembantaian dan pengambing-hitaman.

Otonomi kasus oleh siapa pun ditolak. Semua berjuang untuk menyelesaikan, bahkan memberhentikan kasus-kasus, baik itu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), juga Ekonomi maupun lainnya.

Otonomi kasus ada untuk menghabiskan orang Papua, kekayaan Papua, bahkan merampas tanah Papua. Kasus demi kasus, pelanggaran demi pelanggaran, kekerasan demi kekerasan, dialami oleh rakyat Papua di era Otonomi khusus. Karena itu, tidaklah salah, jika P. Nelles K. Tebay Pr mendefinisikan, Otonomi Khusus telah diplesetkan Pemerintah Indonesia menjadi Otonomi Kasus. Dalam kenyataan ini, harapan rakyat Papua yang masih hidup untuk P. Nelles adalah, “semoga Pastor lebih lantang menyuarakan dan memperjuangkan semua kasus di hadapan Hakim Adil Yang Paling Utama. Semoga, segera mengadili semua, kasus ini, amin.”

Penulis adalah mahasiswa STFT “Fajar Timur” Jayapura, Papua

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares