Serap aspirasi rakyat, Otopianus P. Tebai kunjungi poklat Nabire Barat

Nabire, [WAGADEI] – Guna menyerap aspirasi dari masyarakat di daerah pemilihan [dapil] anggota DPD RI Otopianus P. Tebai melakukan kunjungan kerja ke kelompok latihan [poklat] di Paroki St. Yosep Nabire Barat, Dekenat Teluk Cenderawasih, Keuskupan Timika, Kamis, [25/06/2020].

Anggota DPD RI Otopianus P. Tebai, mengatakan sangat mengapresiasi kepada Pastor dan umat Paroki Santo Yosep yang telah ambil bagian dalam mencerdaskan anak bangsa Papua, dan Indonesia pada umumnya.

“Mendidik dan membina orang dewasa adalah di tempat ibadah atau gereja, sehingga pola penggangaran di lembaga agama harus ditata ulang atau jelas dan profesional,” ujar Otopianus P. Tebai kepada wagadei.com, Selasa, [30/6/2020].

Ia mencontohkan, Pastor dan pendeta serta pengurus lembaga agama harus diperhatikan mulai dari gaji dan tunjangan harus ditanggung oleh negara atau pemerintah.

“Dan juga sarana dan prasarana. Jangan kita andalkan modal amal dari umat, sementara perekonomian atau pendapatan umat dibawah rata rata,” katanya.

Dalam pembangunan manusia, Tebai asal Mapia, Kabupaten Dogiyai ini merekomendasikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua sampai Pemerintah Pusat serta lembaga-lembaga swasta harus berpartisipasi.

“Membangun manusia seutuhnya adalah merupakan tujuan pembangunan nasional yang mencakup di segala bidang antara lain, politik, ekonomi, sosial budaya, serta ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kesehatan yang optimal untuk seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Senator Otopianus melihat program kerja dari kelompok kerja Santo Yosep ini selaras dengan program cipta kerja oleh Presiden Jokowi.

Preisden Jokowi telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk menata hubungan pemerintah pusat dan daerah. Upaya ini perlu dilakukan agar semua bisa beriringan dalam cipta lapangan kerja.

“Pemerintah daerah dan DPRD harus paham pentingnya cipta lapangan kerja. Karena itu, reformasi yang dilakukan dari tingkat pusat harus sampai ke provinsi dan kabupaten/kota,” katanya.

Pastor Paroki St. Yosep Nabire Barat, P. Injonito Gerry Da Krus, Sch.P mengatakan, kelompok latihan tersebut didirikan pada tahun 2018 yang diinisiasi oleh Pastor dan umat setempat dalam rangka pelatihan kerja dan cipta kerja bagi anak-anak putus sekolah, terlantar dan anak yatim piatu.

“Ini kami dirikan guna meningkatkan sumber daya manusia [SDM] yang unggul, dan meningkatkan ekonomi kerakyatan, serta mengurangi angka kriminal atau konflik sosial di tengah masyarakat,” kata dia. [*]

Reporter: Kristian M. Degei
Editor: Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares