Cara Pemkab Lanny Jaya beri dana study akhir tahun 2011 – 2029 di mata mahasiswa

Oleh : Robi Wenda

SEBELUMNYA artikel pendek ini tidak perlu ditulis dan dibagikan untuk pembaca dapat membaca lalu mengetahui. Tetapi ada kemajuan demi kemajuan mulai dan sudah terjadi dari tahun 2011 hingga 2019 yang sebelumnya belum pernah terjadi. Maka itu penulis berfikir ada pentingnya untuk menyampaikan isi hati agar pembaca dapat membandingkan dan mengetahui perkembangan kerja-kerja Pemerintah selama sembilan tahun terakhir, tentunya sejak taun 2011 hingga 2020.

Penulis sendiri sebagai sekertaris umum mahasiswa Lanny Jaya di kota studi Jayapura, dengan masa bakti 2017-2019. Penulis datang ke Jayapura pada tahun 2011. Dan kalau dihitung, 2011-2020 berarti sudah sembilan tahun. Artinya, penulis sudah menyaksikan cara pemerintah kabupaten Lanny Jaya memberi bantuan studi akhir kepada mahasiswa yang sudah di studi akhir setiap tahun, itu selama sembilan tahun di Jayapura.

Hampir semua mahasiswa Lanny Jaya di seluruh Indonesia bahkan beberapa kota diluar negeri diperlakukan hal yang sama, Namun penulis hanya akan membahas kusus untuk kota studi Jayapura. Sebab tidak sepantasnya penulis membahas untuk semua kota studi terkait judul diatas, Karena penulis tidak melihat semua perkembangan terkait bantuan studi akhir di seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Kecuali di Jayapura.

Penulis dapat menulis berdasarkan apa yang benar-benar penulis lihat, ikuti dan rasakan selama sembilan tahun (selama berada di Jayapura sebagai mahasiswa aktif).

Sejarah singkat organisasi kemahasiswaan

Sejak terbentuknya KabupatenLanny Jaya pada 4 Januari 2008 dan roda pemerintahan mulai berjalan saat itu, dipandang penting untuk harus ada organisasi kemahasiswaan dan struktur kepengurusan lengkap. guna menjadi perpanjangan kaki tangan pemerintah dalam hal merealisasikan program-program Pemerintah terkait kemahasiswaan. Hal itu dipandang dan digagas langsung oleh parah pendiri-pendiri organisasi bernama HMPLJ atau Himpunan Mahasiswa Pelajar Lanny Jaya di kota studi jayapura. Dari organisasi kemahasiswaan selebumnya yaitu *TIMADAPI (Tiom, Makki, Danime dan Pirime)* yang tergabung di dalam kabupaten Jayawijaya (Wamena), dimana pada saat itu dipimpin oleh Nioluen Kotouki dan kawan-kawan.

Berikut nama-nama pendiri HMPLJ; Ronius Tabuni, Revin Tabuni, Lendi Yigibalom , Benius Kogoya, Aman Yikwa, Gurius Tabuni, Enis Kogoya, Yawenus Wenda, Anip Kogoya, Vinsen yigibalom, Novi yigibalom, Rida Kogoya, Elim wakur, Yakien Wenda, Nioluen kotouki Dan semua mahasiswa angkatan tahun 2008/2009 saat itu.

Konggres HMPLJ pertama melahirkan Aman Jikwa keluar sebagai ketua HMPLJ pertama. Konggres bertujuan utama; agar bisa dengan mudah mengontrol/merangkul semua mahasiswa Lanny Jaya yang ada di kota studi jayapura. Dan di dalam konggres itu juga terlahir sepuluh (10 ) pengurus ikatan distrik sesuai perpetakan distrik yang ada di kabupaten Lanny Jaya.

HMPLJ berdiri sebagai payung yang menaungi sepuluh ikatan distrik (tiom, Makki, pirirme, balingga, kwiyawagi, malagaineri, tiomneri, gamelia, dimba dan Poga). dan sepuluh ikatan distrik bertujuan utama untuk bisa dengan mudah mendatai mahasiswa dari setiap kampung/distrik masing-masing oleh pengurus ikatan distrik itu sendiri, kemudian bekerja sama dengan HMPLJ guna mendapatkan Beasiswa/bantuan-bantuan dari pemerintah, belajar kepemimpinan, belajar organisasi dan lain-lain.

HMPLJ dan sepuluh ikatan distrik diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang sudah disahkan dalam konggres HMPLJ pertama. Kemudian kepengurusan HMPLJ dilantik oleh pemerintah kabupaten Lanny Jaya, sebagai bukti bahwa wadah kemahasiswaan itu betul-betul diakui pemerintah. Dan hal itu biasanya terus menerus dilakukan oleh setiap konggres ke konggres berikut hingga saat ini.

Pendataan

Pemerintah biasanya memberikan persyaratan-persyaratan seperti KRS, KPM, surat aktif kuliah dan lain-lain sebagai bukti bahwa mahasiswa yang siap diberih bantuan adalah betul-betul mahasiswa study akhir (sudah di penghujung studi). HMPLJ sebagai perpanjangan kaki tangan pemerintah diberih tanggung jawab penuh untuk mendatai data mahasiswa calon penerimah bantuan study akhir dan HMPLJ biasanya bekerja sama dgn 10 pengurus ikatan distrik yg sudah ada dibawa naungan HMPLJ.

Nilai uang

Dari tahun 2011 sampai dengan 2018, pemerintah kabupaten Lanny Jaya memberikan bantuan terhadap mahasiswa study akhir sebesar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Tidak lebih dan juga tidak kurang. Hanya bermain di angka itu. Angka Itu diperuntukan kepada mereka yg mengambil sastra satu (S1) dan Satra (S2). Di tahun 2017, banyak mahasiswa yang protes tentang nilai uang. Kata mereka, uang yang pemerintah bantu itu nilainya sangat rendah. Harusnya nilai uang dinaikan. Seperti teman-teman di kabupaten tetangga. Tetapi, keluhan itu dijawab langsung oleh Sekda Kabupaten Lanny Jaya, L. Crhistian Sohilat [sekarang mantan].

Kata Christian Sohilait; “Kamu mahasiswa Lanny Jaya itu jumlahnya banyak. Jadi, bersyukur kalau pemerintah bisa bantu kalian. Jangan banyak mengeluh dan jangan banding-bandingkan dgn kabupaten lain”. Hal itu Chris sampaikan di halaman kantor bupati kabupaten Lanny Jaya, pada saat Iron Wanimbo (ketua HMPLJ ke-IV) dan kawan-kawan lainnya pimpin aksi demo damai dengan agenda “Tuntutan bantuan study akhir yg tidak berjalan, di tahun 2017”.

Dan di tahun 2019, perubahan besar betul-betul terjadi. Perubahan itu terjadi pada data mahasiswa dan juga jumlah uang yang diperuntukkan untuk mahasiswa study akhir. Hal itu bisa terjadi karena persyaratan untuk calon penerima bantuan study akhir diperketat oleh dinas terkait (PdanP). Misalnya, dari sebelumnya hanya dimintah kumpul Surat Aktif Kulia, kRS, KPM dan nomor rekening. Ttapi ditahun 2019, persyaratan ditambah lagi dengan Screenshot data dari forlap dikti dan pengesahan judul cap basah oleh pihak kampus atau dosen pembimbing.

Persyaratan di atas ini membuat penapisan data secara sistematis yang luar biasa. Saya bisa melihat mana yang layak diberih bantuan dan mana yang belum layak diberih bantuan. Angka data mahasiswa dari tahun 2011 hingga 2018, itu biasanya 300 sampai 500 mahasiswa yang diusulkan untuk menerimah bantuan. Tetapi, di tahun 2019 angka itu turun sangat drastis menjadi 74 mahasiswa yang diusulkan untuk menerimah bantuan study akhir. Dan jumlah uang yang Pemerintah biasa bantu sekitar tiga juta kebawa, itu pun naik drastis menjadi Rp 8 juta per mahasiswa. Pembaca bisa kalikan sendiri, kira-kira berapa jumlah uang yang diperuntukan untuk mahasiswa study akhir di kota study Jayapura tahun 2019.

Harapan

Dari tulisan di atas, penulis mengharapkan beberapa hal dari bagian-bagian dasar yang sudah dilakukan, tetapi juga yang belum dilakukan oleh pemerintah kabupaten Lanny Jaya.

Pertama, mahasiswa adalah agen perubahan sekaligus tulang punggung Pemerintahan Lanny Jaya ke depan. Maka itu, perluh ada penambahan perhatian. Maksudnya, Pemerintah memang sudah ada perhatian, jadi perlu ditambahkan perhatiannya. Agar, tidak boleh lagi ada demo damai di Lanny Jaya hanya karena bantuan study akhir tidak berjalan.

Kedua, untuk persyaratan yang diberih ditahun 2019, saya berharap persyaratan itu yang harus dilanjutkan ke tahun 2020 dan seterusnya. Agar, tidak ada lagi pembekakan data (data jadi membengkak).

Ketiga, enam bulan ke depan kita akan masuk di tahun 2021. Maka itu, pemerintah segerah mungkin untuk memikirkan bantuan study akhir untuk tahun 2020 punya. Karena, di tahun 2019 kebanyakan anggota tidak mendapatkan bantuan study akhir dikarenakan stuasi/wabah covid-19 membuat mereka susah untuk mengurus persyaratan bantuan study akhir tahun 2019. Dengan adanya bantuan study akhir tahun 2020 nantinya, saya pikir yang ketinggalan di tahun 2019 ini juga bisa mendapatkan hak mereka di tahun 2020.

Penulis adalah sekretaris umum Himpunan Mahasiswa Pelajar Lanny Jaya kota studi Jayapura

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares