Tolak Otsus jilid II, referendum West Papua Yess!

Oleh: Gamoye Makiimee

RAKYAT Papua sudah tidak percaya Indonesia. Sudah tidak percaya dengan Otonomi Khusus [Otsus]. Berjilid-jilid Otsus bertujuan menghabiskan rakyat Papua. Mendapatkan Hak Menentukan Nasib Sendiri merupakan satu tawaran terbaik pasca kegagalan Otsus.

Bila perlu Papua Merdeka adalah jalan satu-satunya, karena tawaran Otsus adalah Merdeka. Ketika Otsus gagal total, yang tertinggal hanya Papua Merdeka.

Otsus jilid II

Sebelum memperbincangkan Otsus jilid II atau tahap kedua bagaimana dengan Otsus jilid pertama? Apa ada perubahan? Apakah rakyat Papua sudah sejahtera? Apakah Papua sudah maju? Ternyata berkebalikan. Semua hanya gula-gula politik. Rakyat Papua dibodohi. Semuanya hanya penipuan politik. Terjadi juga di depan mata dunia. Negara membohongi rakyatnya dengan satu “kebohongan publik”, harapan palsu yang tidak lain adalah membunuh dan menghabiskan rakyat bangsa Papua.

Otsus pertama telah mengajarkan kepada dunia dan Papua khususnya, bahwa Otsus merupakan perpanjangan penjajahan terhadap bangsa Papua. Otsus pertama sudah menjadi “almarhum”, dan sudah sangat gagal.

Bagaimana dengan Otsus Jilid II? Bahwa Otsus Jilid II diisukan karena Pemerintah Indonesia tidak punya rasa malu dan rasa kemanusiaan pada rakyat Papua. Rakyat Papua di masa Otsus I telah dikorbankan jutaan manusia Papua, namun hendak lanjutkan untuk jilid II. Jika mau melanjutkan jilid II, berapa banyak manusia Papua yang dilangsir untuk dilenyapkan dari muka bumi? Entahlah! Namun, Otsus jilid II harus ditolak. Rakyat Papua harus bersatu, bersekutu dan secara bersama, sebulat hati menolak Otsus Jilid II. Selanjutnya minta, “hak menentukan nasib sendiri” bagi rakyat asli Papua.

Hak Menentukan Nasib Sendiri

Sudah saatnya rakyat asli Papua menyerukan dan meminta Hak Penentuan Nasib Sendiri. Rakyat Papua sendiri harus menjadi penentu masa depan bangsanya sendiri, bukan mengakui, apalagi mengikuti hegemoni pemerintah yang menipu, membohongi dan merusak harga diri dan martabat bangsa Papua.

Hak penentuan nasib sendiri merupakan nurani bangsa Papua. Rakyat Papua sudah saatnya hidup dan mengatur diri sendiri. Bangsa Papua bukan saatnya dikendalikan dan diatur oleh bangsa lain, bangsa biadab yang hanya mengutamakan kekayaan orang lain, sedangkan pemiliknya dibantai.
Rakyat Papua menolak Otsus Jilid II dan dengan segenap kekuatan, akal budi dan kehendak kuat, meminta kepada pemerintah Indonesia yang telah lama menjajah Papua untuk memberikan Hak Menentukan Nasib Sendiri. Sekali lagi, rakyat Papua menolak dengan tegas Otsus Jilid II. Bahkan rakyat Papua mengharapkan, Merdeka lebih baik dari Otsus Jilid II, sebab “tawaran politik tertinggi” OTSUS adalah MERDEKA. Pilihannya antara Otsus atau Merdeka, bukan Otsus yang berjilid-jilid.

Merdeka lebih baik dari Otsus jilid II

Rakyat bangsa Papua tetap setia pada tawaran dasar antara O atau M, yang dilaksanakan tahun 2000, pada 20 tahun yang lalu. Rakyat Papua hanya menagih janji. Ialah karena Otonomi didahulukan dan karena tidak berhasil, maka yang tertinggal adalah merdeka. Tidak ada Otsus berjilid2, atau dengan tawaran apa pun. Merdeka menjadi satu-satunya setelah Otsus sudah gagal total memberdayakan orang Papua. Bahkan ketika Otsus menjadi pintu pemusnahan rakyat Papua.
Merdeka adalah harga diri rakyat bangsa Papua.

Otsus telah menggadaikan martabat dan harga diri orang Papua. Otsus hanya sebuah “kata mati” yang tidak berdampak bagi rakyat Papua. Karena itu, hentikan isu-isu Otsus berjilid-jilid. Kembalikan hak penuh kepada rakyat bangsa Papua untuk merdeka. Merdeka jalan terbaik di akhir masa Otsus yang tidak lain adalah sistem yang dipasang untuk menjajah bangsa Papua secara berkepanjangan.

Penulis adalah pemerhati sosial politik Papua

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares