Otsus Jilid II: Strategi pemusnahan bagi orang asli Papua

Oleh: Gamoye Makiime

ORANG Papua hanya mau merdeka. Bukan Otsus Jilid II atau Partai Lokal Papua. Otsus sudah gagal, sudah jadi almarhum. Partai Lokal Papua juga nama lain dari almarhum Otsus. Yang ada saat ini adalah Merdeka. Merdeka adalah pilihan tugal, satu-satunya saat ini. Semua orang Papua harus berjuang untuk satu tujuan bersama untuk merdeka, sekaligus menolak semua bentuk penjajahan NKRI.

Otsus jilid I: Gagal!

Sejak Otsus jilid I digulirkan tahun 2001 tidak satu kasus kemanusiaan yang terjadi atas orang asli Papua. Otsus diatur secara rapi dalam Undang-Undang untuk mensejahterakan rakyat Papua, ternyata hingga di penghujung tahun 2020 belum ada tanda kemajuan bagi rakyat Papua.

Otsus yang dinilai sebagai “tawaran politik tertinggi”, di mana meredam isu “Papua Merdeka ditunda”. Negara Indonesia mendahulukan Otsus sebagai tawaran terbaik, namun tawaran ini terlihat sangat gagal. Kegagalannya amat terasa. Buktinya, sekalipun Otsus digulingkan, bentuk-bentuk penjajahan terus dilancarkan baik terlihat maupun tidak, baik langsung maupun tidak, baik kasar maupun halus. Sejak Otsus digulirkan hingga kini tidak sedikit manusia Papua yang dikorbankan. Karena itu, indikasi pemberlakuan peraturan Otsus bukan demi kesejahteraan orang Papua, melainkan untuk pembantaian dan pemusnahan orang Papua.

Otsus telah gagal total. Orang Papua tidak merasakan penegakan otsus di tanah Papua. Indonesia menipu Otsus hanya untuk merongrong kemerdekaan bangsa Papua. Apa pun kebijakan Negara Indonesia berlakukan atas orang Papua, Orang Papua sudah tidak percaya pada Pemerintah Indonesia. Bagi orang Papua, Negara Indonesia adalah penjajah Papua. Kebijakan Otsus jilid II sekalipun atau membentuk partai lokal, semuanya hanya “gula-gula politik” untuk menghilangkan niat orang Papua untuk merdeka. Di mana, tidak lain hanya untuk memusnahkan orang Papua dari atas muka bumi.

Otsus jilid II: Pemusnahan orang Papua

Otsus Jilid II. Istilah yang dimunculkan ini sangat menyakitkan hati orang Papua. Semacam mengorek “luka batin” orang Papua. Sakit hati, ketidak percayaan orang Papua atas negara Indonesia karena kegagalan Otsus yang pertama, dimunculkan kebijakan Otsus Jilid II. Bagi orang Papua Otsus jilid I sudah almarhum, karena itu Otsus jilod dua dipahami sebagai jiwa jahat Otsus yang sedang bergentanyangan, untuk menghabiskan, bahkan memusnahkan manusia Papua.
Karena itu, Otsus jilid II ditolak keras oleh masyarakat akar rumput Papua. Orang Papua menilai bahwa Otsus jilid II merupakan satu bentuk “rasisme” terhadap orang Papua. Dinilai rasisme ķarena, orang Papua dipaksakan kehendak bebasnya. Di mana orang Papua lebih memilih “merdeka”, namun negara memaksa orang Papua untuk menerima kehendak paksaan.
Bagi orang Papua memilih untuk MERDEKA adalah pilihan tunggal. Tidak ada istilah memilih OTSUS bagi orang Papua. Merdeka adalah pilihan satu-satunya. Orang Papua bertekad bulat untuk merdeka. Apa pun tawaran, otsus atau partai lokal, orang Papua tetap mau merdeka. Merdeka bagi orang Papua adalah jati diri bangsa.

Partai Lokal Papua: Pengalihan Isu

Partai lokal Papua yang sedang ditawarkan untuk orang Papua adalah satu bentuk penjajahan terhadap orang Papua, tidak lain adalah nama lain dari Otsus yang telah gagal dan menjadi almarhum.

Sekalipun membentuk satu partai lokal Papua pada akhirnya akan berindikasi mengabdi penjajah Indonesia. Partai lokal Papua akan menjadi kaki tangan Indonesia untuk membantai orang Papua.

Karena itu, hentikan menghadirkan atau membentuk partai lokal Papua di Papua. Partai lokal Papua ditolak oleh orang Papua, termasuk Otsus Jilid II. Saat ini orang Papua menginginkan kemerdekaan yang berdaulat di atas teritori West Papua.

Merdeka menjadi perjuangan utama dalam desas-desus politik NKRI yang busuk dan memusnahkan. Orang Papua menginginkan merdeka, bukan Otsus atau partai lokal Papua. Kembalikan kedaulatan kemerdekaan atas bangsa Papua Barat. [*]

*] Penulis adalah pemerhati sosial politik di tanah Papua

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares