Mahasiswa sebut Pemda Deiyai berbelit-belit dalam penyaluran bantuan dana

Nabire, [WAGADEI] – Lambatnya penyaluran dana bantuan langsung tunai [BLT] yang diperuntukkan untuk mahasiswa Deiyai di seluruh Indonesia justru mendapatkan pertanyaan dari Ketua Umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Deiyai [Ipmade] kota study Manado, Sulawesi Utara.

Menianus Douw, selaku ketua Ipmade Manado mengatakan, pihaknya telah mengirimkan daftar mahasiswa ke Pemda Deiyai melalui Dinas Sosial setempat.

“Data mahasiswa sudah lama kami telah kirim melalui Dinas Sosial. Tapi buktinya selama ini berbelit-belit dalam pemberian BLT kepada pelajar dan mahasiswa Deiyai seluruh Indonesia bahkan luar Indonesia. Maka saya perlu tegaskan kepada Pemda Deiyai bahwa kapan mau transfer dana Covid-19 ke masing-masing nomor rekening,” ujar Menianus Douw kepada wagadei.com, Rabu, [24/06/2020].

Baca: https://wagadei.com/2020/06/21/hari-senin-pemda-deiyai-akan-salurkan-dana-untuk-mahasiswa/

Menurut dia, dana C-19 adalah pemberian pemerinta pusat untuk penanganan dan pencegahan virus ini, sehingga tak perlu lama-lama untuk distribusikan.

“Jadi cepat mengalokasikan dana itu, karena dua bulan yang lalu kami sudah kirim data dan nomor rekening dari Ketua Ipmade se – Indonesia, dan itu tentunya zesuai permintaan Dinas Sosial,” ucap dia.

Namun beberapa minggu kemudian diminta data ulang atau bersifat data pribadi, tetapi pihaknya telah sepakat untuk tolak karena awalya sudah kirim data. “Jadi buat apa meminta berdobel-dobel?,” katanya.

Baca:  https://wagadei.com/2020/06/22/dprd-tegaskan-semua-mahasiswa-deiyai-wajib-dapat-bantuan-dana-c-19/

“Kami sedang menunggu pengiriman dari Pemda melalui nomor rekening milik ketua ipmade,” ujarnya.

Pihaknya telah sepakat tak akan kirim nomor rekening individu karena mahasiswa Deiyai di seluruh Indonesia sangat menghargai ‘logo Ipmade se Indonesia’, maka diharapkan agar perlu memprtimbangkan hal ini.

“Sebab kami harap 1700-an mahasiswa asal Deiyai di seluruh Indonesia semua harus dapat, tanpa terkecuali,” ucapnya tegas.

“Layak dapat mahasiswa Deiyai hanya 152 orang yang sudah kirim nomor rekening pribadi melalui Kepala Dinas Sosial dan mulai kirim hari Senin, [21/06/2020]. Ini sangat keliru karena melihat dengan data mahasiswa se Indonesia,” kata dia.

Pihaknya menduga bahwa 152 mahasiswa yang sudah kirim data dan nomor rekening pribadi adalah murni secara kekeluargaan antara pihak Dinas Sosial dan mahasiswa yang bersangkutan.

“Sebab di sini saya sudah cek semua anggotaku, tapi tidak ada orang yang kirim. Jadi hak kami akan konsolidasi massa untuk demo dengan teman-teman kota studi lain untuk aksi di Kantor Bupati dan Dinas Sosial,” jelas dia. [*]

Reporter: Norbertus Douw
Editor: Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares