PHP Dev Cloud Hosting

Tetap jalankan pembinaan cabor, KONI Deiyai siap bagi alat kerja

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Pandemi virus Corona membuat kompetisi dari cabang olahraga (cabor) mengalihkan fokusnya guna membantu pencegahan virus tersebut. Seperti diketahui hingga berita ini dibuat, Covid-19 telah menginfesi hampir 4.839 orang secara nasional.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Deiyai, Lemander Edowai, mengatakan, sadar betul dengan kondisi tersebut yang telah membuat seluruh kompetisi olahraga di seluruh dunia, termasuk Indonesia, Papua dan seakan berhenti berputar akibat pandemi Covid-19.

Sesuai AD dan ART, menurut Lemander, KONI difokuskan untuk pengkaderan dan pembinaan sejumlah cabor, namun khusus untuk tahun 2020 pihaknya mendapatkan instruksi dari Kemenpora dan KONI pusat agar melakukan pengalihan program, sehingga pihaknya turut melakukan pengalihan.

“Kegiatan rutinitas tetap berjalan. Ya, seperti operasional cabor, pembinaan, program yang mengikat dari pengurus kecuali membatasi banyak orang yang bertujuan keluar daerah. Jadi itu kebijakan Kemenpora, KONI pusat dan provinsi Papua. Jadi ini kami batasi sampai berakhirnya Covid-19 ini,” ujar Lemander Edowai kepada wagadei.com, Rabu, (3/6/2020).

Mantan ketua KNPI Deiyai ini menyampaikan kepada cabor yang hingga saat ini belum jelas kedudukan agar segera mengurus legalitas di pengurus cabang olahraga provinsi Papua.

“Sebab pengurus cabor ada di Provinsi sampai Pusat, juga atur struktur, dan kantor atau sekretariat yang jelas. Bukan KONI Deiyai yang bagi SK, kami hanya mewadahi,” ujarnya.

Bagi dia, anggaran yang digunakan KONI merupakan uang negara yamg telah dihitung dengan rapi maka tak pantas dibagi-bagi sembarangan. “Jangan sampai kita salah gunakan. Jadi saya akan lihat legalitas yang diberikan oleh pencab provinsi Papua,” katanya tegas.

Ia juga mengatakan, pihaknya tetap berkontribusi dalam Covid 19, khusus KONI Deiyai pihaknya akan melakukan aksi sosial dengan membagikan alat kerja seperti parang, skop, kampak dan sejenisnya yang sasarannya kepada masyarakat Tigi, melalui organisasi kemasyarakatan (ormas) yang ada di tingkat enam Klasis dan empat Paroki di Kabupaten Deiyai.

“Itu karena banyak aspirasi soal kerja dari masyarakat, karena masyarakat bilang bantuan sembako didatangkan hanya untuk satu malam saja. Jadi Covid datang untuk kita kembali ke bekerja dan berkebun,” ungkapnya. [*]

Reporter: Abeth A. You

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (2)

  1. Hi just wanted to give you a brief heads up and let you know a few of the images aren’t
    loading correctly. I’m not sure why but I think its a
    linking issue. I’ve tried it in two different web browsers and both show the same
    outcome.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *