Catatan kecil untuk OAP berhati Jakarta

Oleh: Daamoye Norry

PESAN saya kepada seluruh Orang Asli Papua (OAP) baik di luar maupun dalam negeri, perjuangan kemerdekaan bangsa Papua Barat adalah tugas dan kewajiban kita yang harus selesaikan secara seksama bukan pecah-belah.

Isinya sebagai berikut;

A. Mengapa OAP terdidik kini berhati Jakarta?

Jawaban adalah membuktikan watak anda dan mencerminkan diri dan melihat tentang penderitaan Orang Asli Papua. Jawaban anda membuktikan siapa diri sebenarnya atau sesungguhnya.

Memandangi fakta kebelakangan ini, Sejak kami dicap sebagai seperatis hingga kini, Manusia tak berdosa korban berturut-turut ini akibat sesama OAP! Mengingat dengan sejarah berdarah di Tanah Papua yang suda berlalu dan sedang berjalan, seperti saat aksi-aksi menuntut pengakuan atau keadilan, banyak OAP yang sudah bergabung dalam kegiatan agen Intelejen di Indonesia selalu mengedepankan demi “uang”.

Jadi, saya tegaskan kepada Orang Asli Papua dari Sorong – Samarai yang mana menjadi agen intelejen segera berhenti dari kegiatan sebagai agen militer dan polisi Indonesia. Hargailah harga diri dan martabat sebagai OAP, jangan jual harga diri dengan harga murahan kepada orang yang kita tidak kenal.

Papua Berdarah
Peristiwa-peristiwa pembunuhan brutal di Papua ini saya lihat tindakan-tindakan sesama Papua secara sengaja melakukan dengan niat mengejar uang sehingga seribu jiwa dikorbankan dalam detik. Seperti Deiyai Berdarah pada 28 Agustus 2019, Paniai Berdarah pada 14 Januari 2014, dan saya kira Wamena Berdarah pada 04 April 2003, Wasior Berdarah pada 13 Juni 2001, Biak Berdarah 06 Juli 2019 dan tempat lain berdarah ini juaga perlakuan yang sama (Papua makan Papua).

Indonesia itu licik! Licik untuk memasang strategi demi memusnahkan Orang Asli Papua bukan licik menjalankan hukum yang benar. Kecerdasan bangsa indonesia tidak ada kecuali kecerdasan kriminal baru Ya & Ok.

“Saya adalah saya bukan dia lagi” pahamkah kalimat ini! Wahai kau yang berhati Jakarta, mencerminkan diri baik-baik. Apakah anda ras melanesia atau melayu? Kau memang orang bodoh, malu kah tidak? Saat saudaramu berdarah akibat ulahmu.

Sekali lagi, saya tegas kembali bahwa hentikan dan sayangilah generasi yang tersisa dari pembunuhan. Kalau tidak mau berubah dan sadar akan diri segera anda pulang ke Jakarta sebelum Alam Papua mengutuk anda dengan keras. Mengapa saya tegaskan berulang-ulang? Anda tahu pula, Tuhan ciptakan kita dari Tanah dan kita ditempatkan di Tanah Papua jantung dunia.

B. Nilai Tanah (Tanah adalah Mama kita)

Tanah adalaha ciptaan Tuhan dengan sumber daya alam yang sangat subur. Semua hasil karya manusia yang kelihatan di bumi bersumber dari tanah. Tanah adalah sumber tetap dan tidak akan pernah kehabisan.

Tujuan ALLAH menciptakan tanah supaya manusia mendapatkan sumber kehidupan ekonomi dari hasil tanah. Tuhan menciptakan tanah bukan untuk dijual tetapi untuk berkarya sambil menjaga dan mememlihara sebagai ciptan-Nya. (Bapak Gembala Dr. Socratez.S. Yoman)

Secara pribadi, sangat setuju dengan statement oleh Bapak Gembala Dr. Socratez.S. Yoman yang terpapar dalam Jurnalnya dia bahwa “Tanah adalah Mama Kita” dan Kita bisa hidup tanpa uang tetapi kita tidak bisa hidup tanpa tanah”.

Hai, OAP Hargai Tanah sebagai Mama

Mengapa? Disini ada beberapa alasan saya mau tulis untuk anda yang jual Tanah kepada orang Pendatang agar sadar bahwa Tanah adalah Mama Kita. Uang bukan segala tetapi Tanah adalah segalanya.

Ini alasannya…

1) Tanah adalah sumber kehidupan Manusia se-dunia bukan sekedar namun selamanya.

2) Kehidupan manusia tidak bisa hidup diatas pohon tetapi manusia hidup diatas Tanah

3) Tanah memberi kebutuhan dalam kehidupan kita sepanjang masa sedangkan uang adalah bersifat sementara

4) Kita hidup diatas Tanah bukan diatas uang

5) Tanah adalah pusat pendapatan Ekonomi

6) Tanah memelihara kita dibalik itu apa balasannya melestarikan bukan menjual

7) Tanah Papua milik orang Papua bukan orang pendatang

8) Tanah Papua adalah Tanah ciptaan Tuhan

9) Tanah Papua adalah Tanah misteri Tuhan.

10) Hargai Tanah sebagai Mama yang selalu memelihara, melindungi kita dari segala bencana.

11) dsb (boleh anda tambah sendiri)

Ini pesan singkat saya (penulis) kepada Orang Asli Papua yang bekerja di Agen Intelejen (Mata-mata) di Indonesia dan orang yang jual Tanah kepada pendatang (non-Papua). Saya harap, semoga dengan catatan kecil ini, semua kejahatan-kejahatan yang dilakukan kepada sesama Papua semoga dihentikan dan kembali ke jalan yang benar. Tanah yang jual habis ini juga saya harap segera dihentikan. Kita kembali bersuara hak kita dan kita kembali menjaga, melindungi, dan melestarikan Tanah kita adalah Tanah Papua, karena tanah sangat berharga.

 

*] Penulis adalah tokoh pemuda Papua

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares