Pemda lain di Papua harus belajar dari Merauke soal tangani Covid-19

Jayapura, [WAGADEI] – Pemerintah Daerah [Pemda] di seluruh kabupaten/kota dan Tim Gugus Tugas Covid-19 masing-masing harus belajar dari Kabupaten Merauke yang dinilai sukses mengendalikan virus di wilayah itu.

Hal itu ditegaskan Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K) bahwa berdasarkan data, Merauke yang merupakan kabupaten dengan pasien Covid-19 pertama di Provinsi Papua. Sehingga saat ini memiliki 14 kasus dimana 10 pasien sudah sembuh, 4 pasien tengah dirawat, dan belum terjadi kasus kematian di sana.

Bahkan, menurut dia, selama dua pekan lebih, tak ada tambahan kasus baru, dan baru pecah 1 kasu baru per Minggu [17/05/2020].

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada teman-teman di Merauke. Setelah dua pekan lebih, baru dapat lagi 1 kasus. Itu bermakna bahwa apa yang dilakukan Tim Gugus Tugas, Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah di Merauke di jalur yang benar dan harus menjadi acuan bagi kabupaten lain,” kata Sumule saat memberi keterangan pers secara virtual dari Media Center Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Minggu [17/05/2020].

Sekretaris Dinas Kesehatan ini juga menjelaskan, Kabupaten Merauke berhasil mengendalikan wabah di daerahnya karena sukses melaksanakan tiga kebijakan. Pertama, melalukan lockdown. Kedua, melakukan trace, test dan threat dengan baik. Ketiga, mereka mampu menemukan kasus sedini mungkin.

“Konsep besar penanganan dan pencegahan Covid yang sama, telah kami sampaikan kepada seluruh kabupaten/kota di Provinsi Papua. Namun yang melaksanakan dengan konsisten ialah Merauke. Kita harapkan daerah lain belajar dari mereka,” urainya.

Kendati demikian, Sumule juga menegaskan, Pemda Merauke harus tetap membangun kerjasama dengan tiga kabupaten lainnya di wilayah Selatan Papua yakni Boven Digoel, Mappi dan Asmat dalam penanganan dan pencegahan virus ini. Pasalnya, di Boven Digoel, kasusnya malah terus bergerak naik hingga saat ini, yaini 8 kasus, dimana 7 pasien sedang dirawat dan 1 sembuh.

“Boven Digoel makin naik karena mobilitas masyarakat makin tinggi. Oleh karena itu harus dipantau mobilitas di daerah-daerah perbatasan di wilayah Selatan. Bangunlah hubungan kerja yang baik di antara pemerintah daerah di wilayah Selatan untuk kerja surveilans menemukan kasus baru. Kemudian RSUD Merauke sebagai rumah sakit regional di Selatan Papua juga harus tetap mempersiapkan diri, jangan mundur, jangan turun kerjanya karena bisa jadi kasus-kasus baru ke depan akan dirujuk ke sana,” tutupnya. [*]

Reporter: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares