Kapal Pelni bakal beroperasi mulai awal Juni 2020

Nabire, [WAGADEI] – PT Pelayaran Indonesia (Perseor) atau Pelni akan

kembali membuka pelayanannya dan beroperasi lagi setelah beberapa
waktu sempat dihemtikan akibat wabah pandemi covid-19.

Kepala Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) cabang Nabire, Suyatno,
mengatakan bahwa menurut rencana, kapal Pelni pada awal juni nanti
Kapal Pelni akan beroperasi kembali.

”Bulan awal Juni 2020 nanti, Kapal Pelni sudah bisa beroperasi untuk
melayani penumpang  seperti sedia kalah,” Kata Suyatno kepada wagadei.com di Nabire, Sabtu, (16/5/2020).

Suyatno menjelaskan, mengingat beroperasi ditengah Pandemi, maka
kapasitas penumpang yang terlayani hanya sebatas 50 persen dari tempat tidur yang ada. Calon penumpang juga  harus sesuai aturan calon yakni
menunjukan surat rekomendasi bebas covid-19 dari tim medis setempat.

Pihaknya akan mengatur pembatasan akses bagi penumpang selama berada
di atas kapal. Juga skema jaga jarak antar penumpang, baik itu pada
nomor bed ataupun saat pengambilan makan, sehingga tetap melaksanakan
prosedur physical distancing selama perjalanan di peejalanan.

“Nantinya ada surat edaran yang akan kami terima. Sebab calon
penumpang yang akan berangkat harus menunjukan surat bebas covid-19
atau surat sehat dari medis setempat. Dan selam kegiatan operasional
berlangsung, protokol kesehatan terkait penyebaran virus di atas kapal
akan tetap dilaksanakan dan juga akan membatasi interaksi antara
petugas kapal dan penumpang kapal,” jelasnya.

Suyatno berpesan kepada calon penumpang nanti bahwa mengingat
kapasitasnya  terbatas maka tidak bisa memaksakan kehendak sebab ada
prosedur nantinya. Dan pihaknya juga akan memperketat pengawasan
terutama saat pembelian tiket nantinya.

“Petugas akan perketat pemerinsaan terutama surat bebas  covid dan
masyarakat juga harus menyadari untuk tidak memaksakan bila ada
pembatasan karena prosedurnya hanya setengah dari temoat tidur yang
ada,” ujarnya.

Terpisah, Tokoh masyarakat Suku Wate Kampung Oheye, Kurios B Duwiri
mengapresiasi rencana Pelni untuk kembali beroperasi. Duwiri bilang
bahwa Kapal Pelni seharusnya tidak ada masalah karena yang menjadi
transmitter (pembawah) virus adalah pergerakan manusia yang
terinfeksi. Maka untuk menghindari terjadinya perpindahan Orang Tanpa
Gejala (OTG), pembelian tiket perlu dilakukan jauh hari.

Penumpang yang terdaftar di manifest diperlakukan sesuai protokol
penanganan Covid-19 hingga ada konfirmasi secara medis bahwa mereka
sehat dan layak untuk bepergian dari dan ke daerah lain.

“Dan jangan lupa bahwa saat ini masyarakat Nabire tentunta masih ada
separuh di daerah atau kabupaten lain, begitupun sebaliknya. Coba kita
bayangkan kalau mereka di serui atau biak, berapa pengeluaran mereka
di sana untuk biaya hidup. Baik kalau ada uang, tapi klo tidak ada?
Maka mereka harus kembali ke Nabire begitupun sebaliknya.
Persoalannya,Ini siapa mau kasih makan siapa,” tambah Duwiri. [*]

Reporter: Enaakidabii Carvalho

Editor: Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares