Tekan dampak C-19, Pemkab Paniai bentuk satgas pangan lokal untuk masyarakat

  • Bagikan

Paniai, [WAGADEI] – Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Paniai maka diperlukan langkah-langkah cepat, tepat, fokus, terpadu, dan sinergis antar perangkat daerah dan instansi vertikal di Kabupaten Paniai.

Oleh karenanya, Bupati Paniai Meki Nawipa mengatakan, Pemkab Paniai telah menetapkan satuan tugas [satgas] jaring pengaman sosial dan dampak ekonomi pasca penetapan status siaga darurat pandemi Covid-19 di Kabupaten Paniai pada Rabu, [29/4/2020].

“Jadi kami sudah bentuk satgas ini untuk membelanja pangan lokal milik warga, lalu pemerintah beli. Selanjutnya kami bagikan ke masyarakat untuk mereka konsumsi,” ujar Bupati Meki Nawipa, Kamis, [30/4/2020].

Menurut dia, semua stakeholder terlibat dalam satgas tersebut guna menghidupkan kembali ketahanan pangan lokal milik warga setempat.

“Jadi kami akan beli di masing-masing kampung, supaya masyarakat nikmati hasil olahan mereka sendiri,” ujarnya.

John Nicolas Pigome, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paniai yang ditunjuk menjadi ketua satgas pangan lokal mengatakan, mulai tanggal, [2/5/2020] pihaknya akan turun ke ratusan kampung yang tersebar di 24 distrik.

“Untuk tiga hari kedepan kami sudah kasih tugas ke 24 kepala distrik untuk melakukan pendataan di semua kampung, ada berapa kebun yang bisa panen seperti petatas, sayur, buah dan lainnya,” kata Pigome.

Penyebaran Covid-19 di dunia cenderung meningkat dari waktu ke waktu menimbulkan korban jiwa dan material yang lebih besar dan telah berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Guna sukseskan tujuan mulia itu, ia mengaku semua OPD telah terlibat dalam satgas yang dibentuk.

Maka, kata John, pihaknya akan terus mengajak masyarakat kembali berkebun seperti semula. [*]

Reporter: Abeth A. You

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (2)

  1. Pemerintan kabupaten paniai Segerah Perhatian kondisi sekarang pandemi covid19 kami mahasiswa Dan pelajar asal kabupaten paniai sedang menderita artinya kami dalam kuruman aja dalam rumah kuliah online juga ketinggalan Karena tidak punya wifian makan minum lagi kami Butuh makan Maka itu tolong Perhatian kondisi sekarang sudah meningat Indonesia covid19 kami mahasiswa Dan pelajar covid19 tidak tahu tapi tahunya kelaparan itu yang tahu Maka dengan itu Mohon pemerintan paniai Perhatian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *