PHP Dev Cloud Hosting

Segera intensifkan pemeriksaan Swab daripada Rapid Test

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Legislator Papua asal Meepago, Alfred Freedy Anouw meminta kepada semua pihak untuk intensifkan pemeriksaan Swab di beberapa daerah yang sudah terpapar virus Corona atau Covid-19. Menurut dia, dengan adanya kasus yang kian hari terus naik, ia meminta supaya segera lakukan pemeriksaan Swad daripada Rapid Test.

“Saya menilai dengan cara rapid test ini sangat lambat, karena ada kasus OTG (orang tanpa gejala), sehingga lebih efektif jika di setiap daerah yang sudah terkapar virus ini untuk segera untuk intensifkan pemeriksaan swab. Itu supaya dapat dipastikan gejalanya dengan cepat,” kata Alfred Fredy Anouw kepada wagadei.com, Selasa, (28/4/2020).

Pemeriksaan virus corona menggunakan rapid test sudah mulai dijalankan di Indonesia bahkan Papua.

Banyak orang mengira, tes ini sama dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang selama ini dilakukan untuk mendeteksi virus, hanya saja lebih cepat dan praktis.

Menurut Sekretaris fraksi Membangun Papua DPRP ini bahwa proses dengan rapid test ini lambat, makanya ada kasus orang dalam pemantauan ODP saja sudah berat kondisinya. “Bahkan sampai ada yang meninggal. Supaya lebih cepat dalam pencegahan, pemeriksaan swab lebih bagus daripada rapid test,” ucapnya.

Ia juga meminta kepada tim Gugus Pencegahan Covid-19 di Papua untuk tidak memilih golongan ataupun jabatan dalam pencegahan virus ini di Papua. Ia meminta supaya rombongan Gubernur Papua yang hingga kini masih di luar Papua agar nantinya kalau pulang, segera dikarantinakan.

Padahal, Anouw menegaskan anggapan tersebut tidak tepat. Rapid test dan pemeriksaan swab adalah pemeriksaan yang berbeda.

Rapid tes Corona hanya bisa digunakan sebagai skrining atau penyaringan awal. Sementara itu untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi Covid-19, hasil pemeriksaan swab lah yang digunakan.

“Saya minta kepada tim gugus Covid-19 di Papua untuk tidak memilih golongan atau status pejabat atau masyarakat karena virus ini tidak memilih perbedaan apapun. Seperti rombongan pak Gubernur Papua yang hingga kini masih di luar Papua itu harus dikarantinakan sesuai aturan protokol jika mereka pulang,” katanya tegas.

Demi pencegahan, siapapun yang datang dari luar Papua tidak ada alasan untuk dikarantina. Masyarakat maupun pejabat harus diperlakukan sama sesuai peraturan tim gugus covid 19 di Papua.

“Ini demi pencegahan virus di Papua,” ujarnya. [*]

Reporter: Nomen Douw
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *