Beraktivitas seperti biasa, DPRD Deiyai kecam tindakan Bupati Mimika

Deiyai, [WAGADEI] – Walaupun telah disepakati bersama oleh Forkopimda Papua bahwa harus lockdown, namun kota Timika disebut masih bebas beraktivitas oleh semua pihak.

Hal itu dikatakan Naftali Magai, ketua fraksi PKB DPRD Deiyai ketika dirinya berkunjung ke Timika dari kampung Mudetadi, distrik Bouwobado, Deiyai seketika hendak mendirikan posko Satgas Covid-19 di kilo meter 7 Mimika – Deiyai.

Magai mengatakan, dirinya berada di kota Timika kepentingan membeli barang yang akan digunakan untuk membuat Posko tersebut, seperti tenda, baliho, lampu, bahan bakar minyak, bahan makanan pokok, dan sebagainya.

“Ya saya dari kampung Mudetadi ada di Timika sudah dua hari, saya lihat di sini kendaraan bermotor cukup ramai, masyarakat juga bebas beraktivitas. Lebih dari itu ada juga pesawat mendarat dari Makassar, Jakarta dan dari daerah lain. Jadi saya prihatin dan kecam atas tindakan yang tidak bisa dikontrol oleh Pemerintah Kabupaten Mimika, terutama saudara Bupati Mimika justru membiarkan,” ujar Naftali Magai melalui selulernya, Senin, (27/4/2020).

Magai mengatakan, jika hal ini dibiarkan maka pasien positif Covid-19 di Mimika akan terus bertambah. Menurutnya tidak akan menutup kemungkinan besar akan merembes ke wilayah pegunungan, terutama Meepago, sebab ada jalan trans yang bisa berjalan kaki.

“Ini dampaknya sangat bahaya bagi semua pihak, terutama kami di wilayah Meepago. Mestinya saudara Bupati Mimika lakukan pengawasan yang ekstra ketat,” ucapnya.

Atas tindakan yang dilakukan oleh Pemkab ini, ia meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua agar segera menegur Bupati Mimika agar hentikan semua aktivitas ini.

“Saya harap dengan hormat, Gubernur Papua tegur saudara Bupati Mimika supaya bisa instrospeksi diri dan kemudian kembali lockdown,” katanya.

Oleh karenanya, pihaknya telah mendirikan posko Satgas Covid-19 di kilo meter 7 atau di kampung Mudetadi persis di batas Mimika – Deiyai guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di tanah air suku Mee, yakni Deiyai, Dogiyai, dan Paniai.

“Kami sudah minta izin secara lisan maupun tertulis kepada Polsek Kuala Kencana, karena berdekatan dengan lokasi, juga kami dirikan posko ini atas keinginan masyarakat yang disetujui oleh Bupati Deiyai Ateng Edowai dan Kepala Dinas Kesehatan Deiyai Kornelis Pakage serta semua komponen yang hendak putuskan mata rantai Covid-19,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian petugas medis, alkes dan bama telah diangkut ke Mudetadi dari Waghete, ibukota kabupaten Deiyai menggunakan helikopter sehingga mulai Senin, (26/4/2020) telah bekerja.

Kadinkes Deiyai, Kornelis Pakage mengatakan, guna mencegah penyebaran virus Corona di Kabupaten Deiyai, maka pihaknya telah mendirikan posko Satgas Covid-19 di kampung Mudetadi, distrik Bouwobado pada di distrik Kapiraya, perbatasan dengan suku Kamoro.

Pakage mengatakan, pihaknya mendirikan posko tersebut lantaran banyak warga yang hendak jalan kaki dari Timika setelah Kabupaten Mimika terpapar Covid-19.

“Jadi ini kami antisipasi, jangan sampai ada warga Deiyai, Paniai atau Dogiyai berjalan kaki dari Timika lewat Kaitaka. Makanya kami buka posko ini,” ujarnya. [*]

Reporter: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares