Putuskan C-19, Pemkab Deiyai berikan APD di posko terpadu Siriwo

  • Bagikan

Deiyai, [WAGADEI] – Sebagai bukti kepedulian terhadap pencegahan dan penanggulangan virus Corona di Meepago, Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Deiyai turut berkontribusi untuk membantu penanganan Covid-19 kepada posko terpadu di kilo meter 100, distrik Siriwo, Nabire.

Bupati Deiyai Ateng Edowai didampingi Kepala Dinas Kesehatan [Kadinkes] Deiyai, Kornelis Pakage, Minggu, [26/4/2020] menyerahkan bantuan berupa 30 perangkat alat pelindung diri [APD] kepada pihak posko terpadu tersebut. Menurut dia, penyerahan APD merupakan wujud kesepakatan antara lima Bupati se wilayah Meepago pada Kamis, [16/4/2020] lalu.

“Hari ini kami telah menyerahkan APD sebanyak 30 set, termos scan satu buah, masker dua box, handscone satu box, sepatu bot 15 pasang kepada tim Gugus Tugas Covid-19 di KM 100,” ujar Bupati Ateng Edowai.

Penyerahan APD langsung diterima oleh kordinator posko, Yuliten Makai didampingi wakil ketua DPRD Dogiyai, Simon Petrus Pekei, dan rekan-rekan.

“Jadi kami kaish dalam kondisi baru, baik dan lengkap,” ucapnya.

Kadinkes Deiyai Kornelis Pakage mengatakan, pihaknya memberikan perhatian terhadap masalah penyebaran Covid-19 ini yang perkembangannya sangat memprihatinkan.

“Petugas medis harus jadi perhatian khusus, karena sejumlah petugas medis jadi sasaran lantaran belum adanya APD. Macam di Mimika itu karena minimnya APD,” ucapnya.

Menurut Pakage, jika suhu tubuh melampaui batas normal setelah dites pakai termos suhu bagi semua orang yang melintasi wilayah itu maka disarankan agar segera merujuk ke RSUD Nabire sesuai petunjuk dari Kemenkes RI.

“Ini semua lokal standar WHO. Jadi kami sarankan agar dapat berfungsi dengan baik dan benar sesuai kebutuhan,” katanya.

Simon Petrus Pekei, waket DPRD Dogiyai mengatakan pihaknya tidak sangka kalau akan ada bantuan APD dalam waktu dekat pasca kesepakatan para Bupati sepekan lalu.

“Kami mewakili posko dan pemerintah Kabupaten Dogiyai sampaikan terimakasih banyak atas bantuan APD ini dari Bupati dan Kadinkes Deiyai,” ujar Pekei.

Ia mengakui selama ini pihaknya kendala yang luar biasa lantaran tidak adanya APD. [*]

Reporter: Abeth A. You

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *