Direktur RSU Intan Jaya tegaskan masyarakat tetap di rumah saja

Sugapa, [WAGADEI] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya melalui RSU Pratama Intan Jaya mengimbau kepada masyarakat Intan Jaya yang berada di Kabupaten Nabire, Mimika maupun daerah lain agar tak boleh menerobos posko Satgas Covid-19 di kilo meter 100 Siriwo maupun Bibugu Dumai, perbatasan dengan Mimika.

Direktur RSU Pratama Intan Jaya Kristianus Tebai kepada wagadei.com mengatakan, hal itu menanggapi imbauan Bupati Nabire Isaias Douw, mengenai siaga darurat Covid-19 di Kabupatennya, yang di dalamnya memuat beberapa poin penting tentang pencegahan Covid-19, yang juga mungkin bisa mendorong warga Kabupaten Intan Jaya yang ada di Nabire.

Menurut Tebai, masyarakat Intan Jaya yang ada di Kabupaten Nabire maupun Kabupaten-Kabupaten lain, yang mungkin berniat kembali ke Kabupaten Intan Jaya dengan cara jalan kaki maupun mengendarai kendaraan apapun dengan menerobos
palang di Magataka, perbatasan Kabupaten Intan Jaya dengan Kabupaten Paniai dan akses ke Kabupaten lain seperti Kabupaten Deiyai, Dogiyai dan Kabupaten Nabire, di Bibugu Dimai, perbatasan Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Mimika yang bisa tembus ke Ugimba, distrik Homeo, dan Soanggama, distrik Sugapa maupun di pintu-pintu masuk yang lain supaya tidak melakukannya.

“Intruksi Pemerintah Pusat
sampai Pemerintah Daerah yaitu di rumah saja. Masih berlaku sampai saat ini. Maka semua masyarakat diharapkan tetap bertahan di tempat apapun situasinya,” ujarnya, Selasa, [21/4/2020].

Ia mengatakan, jika situasi perkembangan Covid-19 memaksa masyarakat Kabupaten Intan Jaya harus kembali ke Intan Jaya, maka semua warga Intan
Jaya di seluruh Kabupaten tetangga wajib melalui jalur yang legal.

“Tapi itupun sebagaimana yang
ditentukan Pemerintah melalui Tim Gugus Pencegahan Covid-19 Kabupaten Intan Jaya
dan pihak medis yang sudah siaga,” ujarnya.

Namun, ia tegaskan intinya warga dilarang menuju ke Kabupaten Intan
Jaya dengan cara sembunyi-sembunyi dan bergabung dengan masyarakat di kampung-kampung. “Berhubung terbukti bahwa Kabupaten mimika dan Kabupaten Nabire merupakan
daerah terpapar Covid-19,” ungkap dia.

Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 bagimanapun juga Tim Gugus Pencegahan Covid-19 Kabupaten Intan Jaya dan tim kesehatan [Timkes] setempat, wajib mengetahui keberadaan semua warga yang akan datang.

“Jadi akan dipantau selama 14 hari sesuai dengan peraturan pemerintah,” katanya.

“Masyarakat Kabupaten Intan Jaya yang berada di seluruh Kabupaten tetangga diwajibkan untuk taat jalankan seluruh himbauan dan aturan-aturan Pemerintah setempat terkait pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Pihaknya berkomitmen, supaya Kabupaten Intan Jaya bebas dari
Covid-19 hingga status epidemi Covid-19 dinyatakan bebas oleh World Healt Organisation (WHO).

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengatakan, untuk sementara pihaknya hanya bisa mendroping sembako dan BBM melalui jalur udara.

“Jangan sampai krisis sembako dan BBM di Intan Jaya, kami hanya bisa datangkan dua barang ini saja. Selain itu tetap lockdown sampai batas waktu yang tidak bisa tentukan,” ujarnya. [*]

Reporter: Abeth A. You

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares