DPRD Dogiyai, Deiyai dan Paniai minta hentikan kendaraan yang bawa bama

Nabire, [WAGADEI] – Guna memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona di wilayah Meepago, terutama tiga kabupaten yakni Dogiyai, Deiyai, dan Paniai maka diminta agar segera hentikan semua kendaraan yang mengangkut barang atau bahan makanan [bama] ke tiga daerah itu.

Apalagi saat ini di Nabire telah ada tiga orang positif Covid-19, maka dikhawatirkan akan merembes ke wilayah pegunungan. Oleh karenanya, mesti mewanti-wanti atas sejumlah kendaraan yang melintas dari Nabire guna mendroping bama.

Ketua DPRD sementara Deiyai, Petrus Badokapa mengatakan, tiga daerah memiliki potensi pangan lokal sehingga tak perlu datangkan dari Nabire selama penyebaran Covid-19 masih belum dihentikan.

“Nabire sudah ada tiga orang positif Covid-19, maka saya minta dengan tegas kepada tiga Bupati yaitu Dogiyai, Deiyai dan Paniai agar hentikan sementara semua kendaraan yang bawa naik bama ke pedalaman. Kita sudah ada pangan lokal, susah apa,” ujar Badokapa kepada wagadei.com, Sabtu, [18/4/2020].

Selain itu, ia juga menegaskan pembatasan terhadap kendaraan yang mensuplai bahan bakar minyak (BBM) selama 14 hari kedepan.

“Kita akan hidup kalau dua hal ini dihentikan mulai saat ini,” katanya.

Wakil ketua 1 DPRD Dogiyai, Simon Petrus Pekei menegaskan, sesuai dengan instruksi pemerintah pusat untuk penyediaan stok sembako dan bama sepenuhnya akan disediakan oleh masing-masing pemerintah daerah dengan cara melakukan pergeseran dana dari APBD untuk memberikan jaminan sosial dan kesehatan serta melakukan penanganan Covid-19 di daerah masing.

“Jadi saat ini seluruh komponen masyarakat Dogiyai, Deiyai, dan Paniai berharap kepada pemerintah daerah untuk menyediakan bama dan sembako. Maka mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, pemerintah harus segera memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Khusus untuk kabupaten Dogiyai, kata dia memiliki lumbung sayur mayur dan umbi-umbian sehingga mampu menjamin masing-masing keluarga di seluruh kampung.

Ketua DPRD sementara Paniai, Ham Yogi menyatakan saat ini stok maba di sejumlah kios yang berada di area Madi dan Enarotali cukup menjamin selama dua pekan kedepannya.

“Sehingga saya minta kendaraan yang angkut bama dan BBM berhenti sementara dulu. Ini jangan main-main,” katanya.

Ia menambahkan, akan dilanjutkan setelah adanya informasi resmi dari tim gugus tugas Covid-19 Nabire atas kondisi tiga pasien tersebut telah membaik.

“Kita tidak akan mati kalau tidak makan bama yang disuplai dari Nabire, soalnya kita masih punya stok di kios dan masing-masing kebun,” katanya. [*]

Reporter: Abeth A. You

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares