LDAM Dogiyai minta 4 Kabupaten serius tangani Covid-19

Dogiyai, [WAGADEI] – Lembaga Dewan Adat Mee [LDAM] Kabupaten Dogiyai menilai empat Kabupaten yakni Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai masih belum kerja sama tangani Covid-19. Buktinya di kilo meter 100 tak dilengkapi alat pelindung diri [APD] dan kendaraan tak diperiksa baik.

Ketua LDAM Kabupaten Dogiyai, Germanus Goo mengatakan, keempat kabupaten tidakk hanya hanya membentuk tim satgas Covid-19 dan membuka posko lalu biarkan petugas kerja sendiri.

“Tidak boleh buat pembiaran karena penyakit semakin lama semakin menyebar dan semakin ganas,” kata Germanus Goo kepada wagadei.com, Jumat, (10/4/2020).

Pihaknya mendukung keputusan para DPRD Dogiyai yang akan telah memutuskan jalan trans Nabire – Illaga lantaran dikhawatirkan di wilayah Meepago semua bisa terjangkit virus Corona dengan cepat. Sebab orang Mee miliki nilai kekerabatan dan harmonis sangat tinggi.

Menurut dia, Covid-19 itu bukan satu kali menyebar tapi semakin lama semakin menyebar. Di Wuhan terjadi itu sekitar bulan september sampai Desember 2019 hingga saat ini. Di Indonesia dan negara lain itu sekitar pertengahan bulan Januari 2020.

“Nah, kita di Papua jangan sesuaikan dengan libur dan tindakan di Jawa sana,” ucapnya tegas.

“Kita bandingkan juga bahwa kebiasaan masyarakat di wilayah Lapagoo. Mereka sangat patuh. Mereka tahu mengikuti dan menjunjung tinggi terhadap hukum, keputusan dan himbauan dari atasan dan orang yang mereka percaya dalam hal kepatuhannya. Para Bupati juga turun tangan dalam hal pengadaan alat kesehatan untuk karantina daerah dengan pemutusan Jalan,” ungkapnya.

Di Meepago, kata dia, semua keras kepala sehingga tak bisa mematuhi hukum, keputusan, himbauan dan peringatan dari pimpinan daerah, DPRD maupun intelektual. “Maka apabila ada yang kena, berarti sangat mudah dan cepat untuk Penyebarannya, sehingga bisa-bisa musnah satu kali,” ucapnya

Sekretaris LDAM Dogiyai, Alexander Pakage mengatakan, khusus untuk tiga Kabupaten; Dogiyai, Deiyai, dan Paniai harus lancarkan soosialisasi atas bahaya Covid-19 ini karena masyarakat suka melawan dengan tim satgas karena belum berpengetahuan.

“Kalau tidak mau perkuat di kilo meter 100, maka putuskan jembatan atau tumbangkan pohon di jalan, seperti yang dilakukan oleh para DPRD Dogiyai,” katanya. [*]

Reporter: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares