Ternyata penjual miras di Dogiyai adalah anggota Paskhas TNI AU

Dogiyai, [WAGADEI] – Selama ini beredar rumor di tengah masyarakat Kabupaten Dogiyai bahwa aparat kemanan sering menjadi agen atas penjualan minuman keras [miras] ternyata terbukti kebenarannya pada Rabu, [1/4/2020] di kota Moanemani.

Awalnya, seorang pemuda Dogiyai membeli miras jenis Vodka, Wiro, dan oplosan di kios samping bengkel las besi di pinggir kali Tukaa milik anggota Paskhas TNI AU berinisial JS berusia 30 tahun.

Anggota Paskhas itu diketahui berpangkat yang bertugas di Pos Paskas Kabupaten Dogiyai.

Tokoh pemuda Dogiyai, Goo Benny mengatakan, awalnya seorang pemuda asal Dogiyai bermarga Pigome membeli miras Vodka pada pukul 12:00 WP. Di saat itu masyarakat melihat secara spontan dan hendak menangkap pembeli dan penjual miras namun pembelinya melarikan diri, sedangkan penjualnya juga melarikan diri ke Kantor Paskhas AU di Iikebo, Moanemani.

“Kemudian pada pukul 12:30 WP masyarakat di bawah komando Martinus Tebai seorang Sat Pol PP Dogiyai dan Nataniel Auwe seorang pemuda Dogiyai melaporkan ke Polsek Kamuu dan mereka lapor juga Koramil dan Kantor Paskhas AU di Moanemani,” ujarnya kepada wagadei.com.

Pada pukul 13:00 WP, kata dia, masyarakat dan Paskhas AU difasilitasi oleh Kapolsek Moanemani IPTU H. Maing Raini untuk membicarakan masalahnya. “Sekitar lima jam lamanya menyelesaikan masalah dibicarakan di Polsek Kamuu,” ucapnya.

“Mewakili masyarakat yang hadir adalah Kepala Kampung Dikiyouwa Onesismus Anouw, tokoh perempuan Anouw, tokoh pemuda Nataniel Auwe, dan puluhan pemuda, tokoh masyarakat, mewakili DPRD Dogiyai Ketua Elias Anouw, Ketua Komisi A Agustinus Tebai, anggota Komisi A Melianus Woge, Wakil Ketua Komisi B Arnol Iyai,” katanya menyebutkan.

Juga pihak aparat keamanan dihadiri oleh Kapolsek Moanemani Iptu H. Maing Raini, Kepala Wadan Pos Brimob Kabupaten Dogiyai AIPDA Ahmad Jaya, Mewakiki Danramil Dogiyai Septu Sergino, Danpos Paskhas Kabupaten Dogiyai Kapten Pas Sunarko, S.Sos dan Danpos Timsus Rider Kabupaten Dògiyai Sertu Surandi.

Pada pukul 16:00-16:30 WP pihak keamanan mengkonsep surat pernyataan. Membacakan Surat Pernyataan yang menyatakan bahwa Paskhas TNI AU tidak akan melakukan transaksi Miras beralkohol di Dogiyai.

Danpos Paskhas Kabupaten Dogiyai Kapten Pas Sunarko menyebutkan isi yakni yang pertama, meminta permohonan maaf ke masyarakat Dogiyai. Yang kedua, tidak akan mengulangi kembali transaksi penjualan Miras di Dogiyai.

“Dan yang ketiga siap menerima sangsi sesuai hukum yang berlaku bila dirinya mengualangi kembali,” ucapnya.

Goo Benny menegaskan, sudah lama, masyarakat asli Dogiyai menyatakan sikap bahwa miras adalah musuh.

“Jadi, produsen, distributor, konsumen minuman keras di Dogiyai adalah musuhnya masyaraakat asli Dogiyai. Begitupun, pihak keamanan, masyarakat pendatang sudah menyatakan sikap untuk tidak memproduksi, mendistribusi dan mengkonsumsi Miras beralkohol di Dogiyai,” ucapnya tegas.

Kini, lanjutnya, aparat keamanan melalui Pos Paskas Angkatan Udara di Dogiyai kembali menjual lagi. Karena itu masayarakat Dogiyai meminta kepada Pimpinan Pos Paskas Angkatan Udara segera memproses hukum dan memecat pelaku penjualnya.

Ketua Komisi A DPRD Dogiyai, Agustinus Tebai geram atas tindakan kurang ajar itu.

“Kita mau fokus cegah virus Corona atau urus penjualan miras yang dilakukan secara sengaja dan sadar oleh aparat keamanan ini,” katanya tegas.

Mestinya, sebagai pengayom dan pelindung masyarakat tak diperbolehkan melakukan transaksi miras di tengah kesibukan pencegahan Covid-19 ini.

“Kita sama-sama pelindung masyarakat, jangan coba-coba lagi,” imbuhnya. [*]

Reporter: Enaakidabii Carvalho
Editor: Uka Daida

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares