Hentikan operasi militer di Gubin, Kadepa ajak bersama perangi Covid-19

Jayapura, [WAGADEI] – Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa mengkuatirkan, di tengah kepanikan atas bahaya virus Corona atau Covid-19 bagi seluruh dunia, kini masyarakat Pegunungan Bintang [Gubin] dikagetkan dengan pendropan militer yang berlebihan.

Pendropan tersebut, kata Kadepa untuk operasi penyisiran dan mengejar TPNPB-OPM Ngalum-Kupel lantaran 12 pucuk senjata yang diambil oleh TPNPB-OPM pada tahunhn 2019 lalu.

Menurut politikus Partai NasDem ini, kehadiran kekuatan penuh militer justru membuat masyarakat tertekan psikologis dan trauma.

“Saya belum tahu kebenaran dari informasi ini. Jika benar, maka saya meminta dengan hormat kepada pihak-pihak yang bertikai antara TNI dan TPN-PB bahwa segera menahan diri demi kemanusiaan yaitu rakyat sipil. Rakyat sipil di Nduga, Puncak Papua, Intan Jaya, dan Tembagapura ada empat kampung sudah banyak korban,” ujar Laurenzus Kadepa kepada wagadei.com, Senin, [30/3/2020].

Ia bahkan bertanya kepada kedua pihak, sekarang berapa nyawa lagi mau korbankan di Pegunungan Bintang?.

Legislator Papua ini sebut dirinya tidak mempersoalkan misi aparat di Pegunungan Bintang, sebab hal itu merupakan tugas aparat demi negara Republik Indonesia yang dicintai bersama.

“Tetapi saya hanya mau sampaikan kepada aparat TNI bahwa kita harus memahami kondisi rill rakyat Papua saat ini. Saat ini rakyat bingung mau hadapi virus mematikan Covid-19 atau apa. Saya harap operasi militer dalam bentuk apapun tidak boleh karena saat ini kita semua sedang menghadapi satu ancaman besar yang serius yang melanda dunia tidak hanya di Papua dan Indonesia,” ujarnya tegas.

Jika terus dipaksakan, lanjutnya negara Indonesia akan disoroti komunitas internasional lantaran terus melakukan pendroban militer dalam jumlah yang besar di suatu perkampungan dalam kondisi dunia lagi sibuk melawan pendemi global.

“Yaitu Covid-19. Kebijakan operasi harus dihentikan,” ucapnya. [*]

Reporter: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares