Akhirnya terdakwa Melianus Duwitau jadi tahanan kota

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Kepolisian Daerah (Polda) Papua melalui Ditreskrimsus mengeluarkan tersangka Melianus Duwitau pada Sabtu, (28/3/2020) yang ditangkap oleh anggota Polres Nabire beberapa waktu lalu di hotel Mahavira Nabire atas tindakannya mengupload status pada akun facebook pribadinya

Kuasa Hukum tersangka Emanuel Gobai, SH, MH kepada wagadei.om mengatakan, pihak Ditreskrimsus dapat mengambil tindakan tersebut atas niat baik dari Ibu Ciska Abugau, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Jhon NR Gobay dari Dewan Adat Daerah Paniyai dan Dewan Adat Papua yang bersedia menjadi penjamin atas penangguhan penahanan tersangka.

“Sebelum tersangka dikeluarkan, sebagai bentuk pemenuhan mekanisme penangguhan penahanan sebagaimana diatur pada Pasal 31 ayat (1) KUHAP, LBH Papua dan PAHAM Papua selaku Kuasa Hukum Tesangka Melianus Diwitau mengajukan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Nomor : 31/SK/LBH.P/III/2020 tertanggal 23 Maret 2020 kepada Kapolda Papua Cq Ditreskrisus Cq Penyidik Perkara Laporan Polisi Nomor : LP/28/I/Res.2.5/2020/SPKT/Polda Papua tertanggal 27 Januari 2020 dan dijawab dengan mengeluarkan Tersangka Melianus Diwitau berdasarkan Surat Perintah Penangguhan Penahanan Nomor : Spp-Han/01.C/III/2020/Ditreskrimum tertanggal 28 Maret 2020 dan Surat Perintah Pengeluaran Tahanan Nomor : Spp-Han/01.e/III/2020/Ditreskrimsus tertanggal 28 Maret 2020,” ungkap Emanuel Gobai, SH, MH, Minggu, [29/3/2020].

Menurut dia, setelah tersangka ditangkap anggota Polres Nabire mengintrogasinya dan selanjutnya Melianus Diwitau dikirim ke Ditreskrimsus Polda Papua untuk diintogasi lebih lanjut dan akhirnya status Melianus Diwitau ditingkatkan menjadi tersangka dan ditahan atas dituduhan menyebarkan informasi kebencian berdasarkan SARA sebagaimana diatur pada pasal 45A ayat (2) jo 28 ayat (2), UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Telekomunikasi Elektronik.

Ia menjelaskan, terhitung sejak ditahan hingga dikeluarkan, Tersangka Melianus Diwitau telah menjalani tahanan selama 58 hari terhitung sejak tanggal 31 Januari 2020 sampaj dengan 28 Maret 2020.

“Selanjutnya status terdakwa Melianus Diwitau sebagai Tahanan Kota,” katanya.

Sebelum Penyidik Ditreskrimsus Polda Papua mengeluarkan Tersangka kata dia, telah diingatkan beberapa hal diantaranya terdakwa diberikan wajib lapor pada hari kamis setiap minggu berlaku sejak minggu besok.

“Terdakwa Melianus Diwitau juga diingatkan terkait perihal yang disebutkan kuasa hukum dalam surat permohonan penangguhan penahanan yaitu tidak akan melarikan diri, tidak akan mengulangi tidak pidana dan tidak menghilangkan alat bukti,” ujarnya.

Selanjutnya, penjamin dan Kuasa Hukum diminta agar membantu Terdakwa untuk memenuhi dua hal diatas. Pada prinsipnya ketiga hal di atas diterima oleh Tersangka Melianus Diwitau dan Penjamin serta Kuasa Hukum.

Ciska Abugau sebagai penjamin dan juga sekaligus sebagai keluarga dari Tersangka menyampaikan ucapan terima kasih kepada Penyidik Krimsus Polda Papua dan secara khusus ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kapolda Papua yang telah menjawab surat penangguhan penahanan dan mengeluarkan Terdakwa Melianus Diwitau.

“Terlepas dari itu saya juga menyampaikan jika anak kami Melianus Diwitau bersalah l, maka saya atas nama keluarga minta maaf selebihnya menyangkut apakah Melianus bersalah atau tidak biar Tuhan saja yang akan menilainnya,” kata Abugau. [*]

Reporter: Enaakidabii Carvalho

Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *