Dinkes Deiyai berinisiatif 4 kabupaten bersatu bentuk tim di KM 100

Nabire, [WAGADEI] – Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Deiyai melalui Dinas Kesehatan [Dinkes] setempat telah merekomendasikan kepada empat Kabupaten yakni Nabire, Deiyai, Paniai, dan Dogiyai agar bersama-sama membentuk satuan tugas [satgas] untuk melakukan pencegahan terhadap virus Corona atau Covid – 19.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinkes Deiyai, Kornelis Pakage bahwa pihaknya menyepakati soal itu ketika pihaknya menggandeng sosialisasi pencegahan bahaya virus Corona di aula kantor DPRD Deiyai, Kamis, [19/3/2020].

Satga tersebut, menurutnya, harus ditempatkan di kilo meter [KM] 100, Siriwo merupakan tempat persinggahan bagi orang yang naik kendaraan darat hendak ke pedalaman dari Nabire.

“Kami telah rekomendasi kepada empat kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai bahwa harus kita bekerja sama dalam hal menangani masalah Corona ini. Bila perlu kita bentuk tim dan buka pos kesehatan di jalan lintas KM 100. Sehingga setiap orang yag naik dari Nabire wajib periksa dengan menggunakan alat deteksi,” katanya kepada wagadei.com, Jumat, [20/3/2020].

Apabila terdeteksi, ungkap Pakage harus dikirim balik ke RSUD Nabire atau ke Jayapura. “Kami sudah berhubungan dengan Bupati Deiyai dan beliau sangat setuju dan mendukung, tinggal tiga kabupaten yang masih belum bertemu,” kata dia.

“Dalam waktu dekat kami akan bertemu dan satukan persepsi untuk tindak selanjutnya,” ucap mantan Sekretaris Dinkes Pegunungan Bintang ini.

Upaya yang dilakukan pihaknya yakni pembagian 20.000 selebaran kepada ASN dan masyarakat umum tentang pencegahan, sehingga bisa membaca dan menghafal juga mengatasi diri sendiri terhada penularan bahaya Covid- 19.

Bupati Deiyai, Ateng Edowai mengatakan, setipa orang yang datang dari daerah terdampka Covid -19 agar melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing dan diawasi oleh keluarga selama 14 hari.

Bupati Edowai juga memerintahkan kepada masyarakat Deiyai yang tak punya pekerjaan tetap di luar daerah agar segera kembali.

“Mulai saat ini, saya perintahkan kepada seluruh ASN, petugas kesehatan, pustu, polindes, tokih agama, tokoh pemuda untuk mensosialisasikan bahaya virus ini,” ungkapnya.

Untuk menghindari itu dirinya juga telah meliburkan aktivitas perkantoran dan persekolahan sejak tanggal 20 Maret hingga 1 April 2020 mendatang.

“Saya mengajak kita semua melakukan doa dan puasa agar kita menghindari bahaya virus Corona ini di wilayah Deiyai,” katanya. [*]

 

Reporter: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares