Jaksa bilang jangan terulang lagi, DPRD Deiyai: Kita kerja bersama tangani kasus

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Jaksa Penuntut Umum [JPU] dari Pengadilan Negeri Nabire, Kusnawati, SH mengatakan, bahwa proses hukum yang dijalani oleh sembilan terpidana kasus aksi anti rasisme Deiyai harus dijadikan sebagai pelajaran berharga agar kelak tak diulangi lagi.

“Jangan terulang lagi ya, pengalaman ini sebagai guru terbaik untuk kalian para pemuda,” ucap Kusnawati usai sidang putusan enam terpidana di PN Nabire, Kamis, [19/3/2020].

Ia mengaku jika terulang lagi maka akan berhadapan dengan kasus yang lebih besar lagi.

Ketua DPRD Deiyai sementara, Petrus Badokapa mengatakan, kedepan semua pihak harus kerjasama tangani berbagai persoalan yang akan terjadi di Deiyai.

“Yang kasus ini sudah cukup, proses hukum sudah berjalan lancar hingga putusan yang bijak oleh majelis hakim. Untuk waktu mendatang, entah pemerintah, aparat keamanan, DPRD dan komponen lainnya kita harus kerja sama tangani supaya tak boleh ada proses yang panjang, sama seperti yang terjadi ini,” kata Petrus.

DPRD menyampaikan ucapan terimakasih banyak kepada Pengacara Hukum, majelis hakim dan JPU yang sudah tangani kasus itu.

Ketua fraksi PKB DPRD Deiyai, Naftali Magai mengaku luka batin pihaknya telah sembuh pasca putusan. Sebab baginya vonis dikurangi masa tahanan merupakan bagian dari kerinduannya.

“Putusan ini telah menyembuhkan luka batin kita. Syukur mereka akan bisa bebas. Ini sudah lega,” kata Magai.

Ia menambahkan, kedepan pihaknya akan mencoba memulihkan nama baik para terpidana. [*]

Reporter: Abeth A. You

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *