Hakim vonis 6 pemuda Deiyai kurangi masa tahanan yang dijalani

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Putusan enam terpidana kasus aksi anti rasisme Deiyai dibacakan hakim, Kamis, [19/3/2020]. Keputusan ini disampaikan majelis hakim, Erenst Jannes Ulaen, SH, MH di Pengadilan Negeri Nabire.

Keenan terpidana diantaranya Simon Petrus Ukago, Melianus Mote, Juven Pekei, Andreas Douw, Stefanus Goo, dan Alex Pakage. Mereka diancam pidana Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 212 KUHP dan dituntut satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum [JPU].

“Memutuskan bahwa ke enam terpidana dengan hukuman penjara selama enam bulan 20 hari dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani,” ujar Erenst Jannes Ulaen, SH, MH disaksikan JPU, Kusnawati, SH, Pengacara Hukum, Oktovianus Tabuni, DPRD Deiyai, keluarga dan masyarakat.

Karena itu, kata dia, keenam pemuda itu akan keluar dari tahanan Jaksa pada tanggal 25 Maret 2020 mendatang.

Pengacara Hukum, Oktovianus Tabuni mengatakan, putusan tersebut jauh di bawah dari tuntutan dari JPU yang meminta vonis terhadap keenam aktivis anti rasis Deiyai selama satu tahun penjara dikurangi masa tahanan.

“Jadi dengan putusan enam bulan 20 hari jika dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani oleh mereka [ke enam orang aktivis anti rasis Deiyai], maka mereka akan bebas pada hari Rabu minggu depan,” kata Tabuni.

Ia mengapresiasi keputusan yang diambil oleh hakim karena pihaknya menilai hukum telah ditegakkan dengan baik.

“Walaupun jaksa menyatakan para terpidana bersalah tapi memutuskan dengan mengurangi masa tahanan,” ucapnya. [*]

Reporter: Abeth A. You

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *