Pemprov Papua dituntut tutup akses perhubungan udara dan laut

Jayapura, [WAGADEI] – Pemangku kepentingan di jajaran Pemerintah Provinsi [Pemprov] Papua diminta agar segera menutup semua akses perhubungan, terutama udara dan laut agar masyarakat Papua terhindar dari bahaya penyelenggaraan virus Corona.

Hal itu disampaikan masyarakat Papua melalui aksi damai yang dilakukan oleh Solidaritas Anti Corona di Papua [SACP], Selasa, [17/3/2020] di depan gapura kampus Uncen Jayapura.

“Pemerintah provinsi Papua, gubernur Papua, DPR Papua, MRP dan semua forum komunikasi pimpinan daerah segera menutup akses bandar udara dan kapal-kapal penumpang di Papua. Sampai pada virus Corona benar-benar hilang dari Indonesia,” ujar kordinator SACP, Yops Itlay saat membacakan pernyataan sikap.

Di negara Indonesia, kata Itlay virus ini beredar terlalu cepat hingga mencapai cukup banyak warga yang terjangkit, yaitu 234 orang. Hal tersebut bukan sesuatu yang mudah bagi pemerintah untuk mengatasinya, namun butuh waktu yang lama.

“Apalagi untuk mengetahui mereka yang saat ini telah bersentuhan dengan orang-orang yang positif Corona. Hal ini bisa dikatakan Corona telah dan sedang menyebar ke seluruh nusantara ini,”ungkapnya.

Pihaknya juga mendesak agar Pemprov Papua segera siapkan vaksin dan tempat isolasi bagi yang positif Corona.

Perwakilan BEM Universitas Cenderawasih [Uncen] Jayapura, Nus Komba mengatakan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh negara Italia, Jepang, dan Rusia serta negara lain maka pihaknya mendesak Pemprov segera menyiapkan alat tempat pemeriksaan yang baik bagi mereka yang diduga positif Corona untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurutnya, sebab kemarin di Merauke yang diduga kena Corona kemudian sampelnya dikirim ke Jakarta.

“Jadi pertanyaannya, jika virus itu benar-benar masuk ke Papua sampel-sampel akan terus dikirim ke Jakarta?, ungkapnya.

“Kalau pemerintah tidak indahkan, maka kami yang akan melakukan penutupan akses udara dan laut. Kita harus lindungi dan sayangi masyarakat Papua,” kata dia. [*]

Reporter: Jeferson Tekege
Editor: Aweidabii Bazil

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares