DPRD Deiyai minta sidang putusan 6 terdakwa jangan ditunda, ini alasannya

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Sidang nota pembelaan terhadap enam terdakwa kasus aksi anti rasisme Deiyai telah selesai hari ini, Selasa, [17/3/2020] langsung dibacakan pengacara hukum Oktovianus Tabuni di hadapan majelis hakim dan jaksa penuntut umum [JPU] di Pengadilan Negeri Nabire.

DPRD Deiyai mengingatkan agar sidang putusan yang telah disepakati pada Kamis, [19/3/2020] agar jangan ditunda lantaran penyebaran virus Corona dengan cepat.

“Kami harap jangan tunda-tunda sidang putusan. Kondisi ini tak memungkinkan untuk bisa bertahan di Nabire karena penyebaran virus Corona ini makin menyebar. Sisi ini harus kita antisipasi dengan baik,” ujar Ketua fraksi PKB DPRD Deiyai, Naftali Magai usai menyaksikan sidang, Selasa, [17/3/2020].

Magai mengatakan, jika sidang putusan dibacakan oleh majelis hakim maka semua pihak yang tiap saat datangi kantor PN agar bisa kembali ke tempat mereka untuk tetap fokus waspadai virus itu.

“Kami dapati info di Papua sudah ada orang yang positif Corona. Ya, ini kepentingan keselamatan terdakwa, keluarga, kerabat, DPRD, jaksa, penasehat hukum, dan majelis hakim. Jadi hari Kamis harus putusan dan jangan ditunda lagi,” ungkapnya.

Sementara ketua komisi B DPRD Deiyai, Yustus Koto meminta masyarakat Deiyai agar tetap meminta perlindungan kepada Tuhan Allah agar para terdakwa bisa dibebaskan dari jeratan hukum.

“Masyarakat Deiyai jangan berhenti berdoa atas proses hukum ini, karena ini ujaran rasisme yang ditujukan kepada kita orang asi Papua oleh oknum tertentu di Surabaya dan kota lainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, DPRD juga merasa psikologi terganggu atas penangkapan sewenang-wenang itu sebab OPA merupakan korban ujaran rasisme.

“Kami merasa terganggu selama mereka (enam pemuda) masih ada di dalam tahanan. mereka ini korban, bukan pelaku. ya korban ujara rasisme dari Jawa Timur,” ungkapnya. [*]

Reporter: Abeth A. You

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *