Distrik Bouwobado minta prioritaskan jalan dan jembatan

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Ketua Fraksi PKB DPRD Deiyai, Naftali Magai berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai agar tak boleh mengurangi ataupun menghilangkan usulan kepala distrik Bouwobado pada saat pelaksanaan Musrenbang pada Jumat, 13 Maret 2020 lalu di aula kantor DPRD Deiyai.

“Saya minta Pemkab terutama Bappeda agar jangan mengurangi ataupun menghilangkan program yang diusulkan oleh kepala distrik Bouwobado saat Musrenbang,” ujar Naftali Magai kepada wagadei.com, Selasa, [17/3/2020] di Nabire.

Pasalnya, kata Magai, keberadaan distrik tersebbut terluar dari jangkauan pemerintah setempat. Sehingga ia berkeyakinan apabila dua program yang diusulkan yakni jalan dan jembatan maka aksesnya akan permudah.

“Bouwobado ini jauh dari ibukota kabupaten, harus dijangkau pakai helicopter. Tapi kalau pemerintah bangun jalan maka pasti akses dengan mudah,” ucapnya.

Selama ini, Magai yang berasal dari Bouwobado ini mengatakan, distrik tersebut terkesan dilupakan bahkan semua usulan pihak distrik dihilangkan usai pembahasan Musrenbang.

“Ya entah ke mana.Tapi kali ini jangan terulang lagi. Usulan itu pa kepala distrik sampaikan depan kami, kami juga sudah saksikan. Nanti kami akan kawal,” ungkapnya. Ketua Fraksi PKB DPRD Deiyai, Naftali Magai berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai agar tak boleh mengurangi ataupun menghilangkan usulan kepala distrik Bouwobado pada saat pelaksanaan Musrenbang pada Jumat, 13 Maret 2020 lalu di aula kantor DPRD Deiyai.

“Saya minta Pemkab terutama Bappeda agar jangan mengurangi ataupun menghilangkan program yang diusulkan oleh kepala distrik Bouwobado saat Musrenbang,” ujar Naftali Magai kepada Jubi, Selasa, [17/3/2020] di Nabire.

Pasalnya, kata Magai, keberadaan distrik tersebbut terluar dari jangkauan pemerintah setempat. Sehingga ia berkeyakinan apabila dua program yang diusulkan yakni jalan dan jembatan maka aksesnya akan permudah.

“Bouwobado ini jauh dari ibukota kabupaten, harus dijangkau pakai helicopter. Tapi kalau pemerintah bangun jalan maka pasti akses dengan mudah,” ucapnya.

Selama ini, Magai yang berasal dari Bouwobado ini mengatakan, distrik tersebut terkesan dilupakan bahkan semua usulan pihak distrik dihilangkan usai pembahasan Musrenbang.

“Ya entah ke mana.Tapi kali ini jangan terulang lagi. Usulan itu pa kepala distrik sampaikan depan kami, kami juga sudah saksikan. Nanti kami akan kawal,” ungkapnya.

Kepala Distrik Bouwobado, Daniel Yatipai mengatakan, selama ini pihaknya kendala jalan dan jembatan, sehingga dua hal itu telah diusulkan dalam Musrenbang.

“Memang jalan ini harus dibangun,harus buka isolasi. Saya kira hanya satu gunung yang belum bongkar. Arah dari Timika juga sudah, terus dari Deiyai juga sudah, jika satu gunung itu sudah dibongkar maka kita bisa akses dengan cepat melalui jalur darat,” ungkapnya kepada Jubi belum lama ini.

Menurut dia, apa yang diusulkan merupakan hasil dari Musrenbang tingkat desa dan distrik yang disampaikan saat Musrenbang tingkat Kabupaten.[*]

Reporter: Abeth A. You

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *