Distrik Bouwobado dan Kapiraya harus behani pendidikan dan kesehatan

Deiyai, [WAGADEI] – Bidang pendidikan dan kesehatan di dua distrik terluar dari Kabupaten Deiyai menjadi sorotan utama pada Musrenbang tahun 2020 dalam rangka penyusunan RKPD 2021.

Wakil Bupati Deiyai, Hengky Pigai mengatakan, sejak Kabupaten Deiyai dimekarkan dari Paniai tahun 2009 silam, pihak pemerintah daerah [Pemda] setempat telah membuka Puskesmas dan sekolah dasar namun sejauh ini tak pernah ada tenaga perawat yang menetap bahkan guru pun kosong.

Sehingga, kata Pigai, terkesan ada ‘korban’ jika warga sakit dan ‘korban’ karena tak ada kegiatan belajar mengajar [KBM] di wilayah itu.

“Percuma saja ada bangunan puskesmas di sana, percuma saja ada sekolah di sana kalau tidak ada petugas (perawat dan guru) di sana,” ujar Hengky Pigai.

Ia meminta kepada kedua instansi yang berwenang agar segera tangani secara serius agar tak ada korban kesehatan dan pendidikan di dua distrik itu.

“Saya percaya, dua kepala dinas masing-masing bisa tangani dan benahi dengan sesegera mungkin,” ucapnya.

Kepala distrik Bouwobado, Daniel Yatipai mengatakan, dirinya mendapati petugas kesehatan maupun guru tak pernah melakukan pelayanan di wilayah itu.

“Tapi mereka masih terima gaji. Ini aneh, tak jalankan tugas tapi makan gaji buta. Dinas yang bersangkutan tolong perhatikan,” ujarnya.

Kepala dinas kesehatan Deiyai, Kornelis Pakage kepada wagadei.com mengakui, pihaknya tengah melakukan pembenahan dari tingkat bawah.

Ia mengatakan, dirinya telah melakukan kunjungan kerja (kunker) pada pekan lalu.

“Benar, kami akui itu. Tapi kami sedang melakukan upaya pembenahan. Saya harap semua pihak kita sama-sama saling melengkapi dalam penanganan kendala ini,” ucapnya. [*]

Reporter: Abeth A. You

30,193 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares