Balai desa Widimei hangus terbakar, pelaku dikutuk warga

Nabire, [WAGADEI] – Kantor Balai Desa Widimei, Distrik Tigi Barat, Deiyai, Sabtu, [29/2/2020] sekitar pukul 11.00 WP. Diduga bermuatan kepentingan dalam penempatan jabatan eselon IIi dan IV di lingkup Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Deiyai.

Kejadian tersebut membuat penduduk yang mendiami di kampung Widimei dan sekitarnya benar-benar tak senang terhadap pelaku yang diduga pemuda setempat.

“Ada saksi bilang saat bakar kantor desa itu seorang pemuda bilang tidak lantik saya dalam eselon III atau IV? Padahal saat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Deiyai saya jabat tim Sukses Edow-Pigai, saya berjuang keras demi menyukseskan tetapi akhirnya saya dikecewakan,” ujar Kepala Desa Wideimei, Agustinus Douw belum lama ini.

Selain balai desa, kata dia, kesempatan itu ikut terludes akibat si jago merah yakni Emaa Owaa [rumah adat] milik desa tersebut, dan sejumlah peralatan lainnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengetahui pelaku berinisial FP. “Saya bersama seluruh warga masyarakat di desa ini mengutuk keras si pelaku yang sengaja lakukan pembakaran ini,” katanya tegas.

“Waktu itu saya bilang, kalau anda mau aksi langsung ke pihak yang bersangkutan saja. Jangan hancurkan barang umum. Kasihan barang ini tidak bersalah tetapi hasilnya jadi begini, saya sangat kecewa perlakuan ini,” katanya.

Ia mengingatkan, selanjutnya perlakuan seperti itu dihentikan dan tetap menjai kerukunan serta bahu-membahu membangun kampung tercinta.

“Atas kejadian ini, kami sangat kutuk kepada pelaku kebakaran gedung milik umum,” ucapnya.

Warga bersama aparat desa setempat berusaha memadamkan api dengan cara manual dan peralatan seadanya, namun tak berhasil dipadamkan.

“Akibat kebakaran itu, kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta,” ucap dia. [*]

Reporter: Norbertus Douw
Editor: Aweidabii Bazil

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares