Kenapa Polisi hanya amankan temannya, tapi tidak amankan sopir truck?

Dogiyai, [WAGADEI] – Ketua Dewan Adat Mee Kamuu – Mapia [Kamapi] Kabupaten Doagiyai, Yulianus Agapa, mengingatkan kepada Kapolda Papua harus jenius menangani masalah ketabrakan yang sedang ditanganinya.

“Kami mengingatkan karena masyarakat Dogiyai selama ini tidak pernah marah dan bertindak tanpa bukti yang jelas, mereka selalu marah hanya atas kebenaran. Mereka tidak bisa marah kalau memang tidak ada masalah. Mereka juga tidak bisa bertindak tanpa sebab, mereka bertindak karena ada masalah dan ada sebabnya,” ujar Yulianus Agapa akhir pekan kemarin.

Agapa mengatakan, yang mesti diangkat ke permukaan ialah apa penyebabnya dan selanjutnya mengapa terjadi begitu, lalu bagaimana aparat kepolisian dari Polsek Kamuu tidak bisa buat apa-apa untuk menyelamatkan sopir.

“Karena aparat keamanan sudah ada sebelum massa atau keluarga korban yang pertama tiba. Kalau masyarakat tiba, itu pasti siapa saja marah karena orang kesayangan mereka telah tewas karena ketabrakan. Kemarahan karena keluargnya ditabrak itu bisa dibuat oleh siapa saja. Sisi ini suku atau keluarga mana yang tidak bisa bertindak. Ya pasti tidak ada,” ungkapnya.

Sekretaris Dewan Adat Mee Kamapi Kabupaten Dogiyai Alexander Pakage, membantah atas tuduhan-tuduhan yang mengalamatkan ke pihak KNPB Kabupaten Dogiyai.

“Kami memverifikasi status dan berita-berita serta komentar-komentar hoax di medsos selama ini, berani-berani menyebarkan foto seorang pimpinan KNPB yang dituduh sebagai pelaku pengeroyokan dan lain-lain itu tidak benar,” ujarnya tegas.

Untuk mengeroyok sopir, kata dia, dari pihak korban ketabrakan atas Nama Demianus Mote. “Tapi kami bilang mereka tidak salah karena mereka sudah tiba di lokasi ada mayat paguru Mote,” ucapnya.

“Di situ lagi ada truck penabrak lagi sopir, ya siapa tidak marah,” ujarnya.

Persoalan besar, pihaknya menegaskan kenapa aparat keamanan dengan kelengkapannya sudah duluan ada di TKP setelah pihak keluarga korban Mote sudah mulai bertindak, sopir minta pertolongan bahkan peluk polisi tapi tidak diselamatkan.

“Keamanan sudah ada di tempat kok kenapa tidak diselamatkan. Itu jadi pertanyaan. Memang nyatanya yang terjadi di tempat sopirnya tidak salah juga,” katanya.

Ia menceritakan, korban Damianus Mote dari arah Moanemani menuju ke Deiyai menggunakan krndaraan roda dua, pas sampai di dekat rumah sakit baku ketemu dengan se ekor babi yang sedang berkeliaran di jalan raya. Akhirnya motor hampir tabrak dengan babi, maka pengendara motor mencoba menghindar hingga stirnya mengarah ke kanan lalu baku ketemu dengan truck.

“Pada saat yang bersamaan, truck pun dengan laju sedang menuju dari arah lawan karena jalurnya tidak ada apa-apa, maka tanpa berhenti langsung mencoba melewati, namun karena motor mulai masuk ke arah truck, maka truckpun menghindarnya, stirnya membelok ke arah kiri dari jalunya hingga melewati got jalan raya,” ungkapnya.

Karena motor sudah terlanjur masuk ke dalam truck, kata dia, pengendara motor jatuh dan langsung tewas di tempat.

Atas kejadian ini, pihaknya menyimpulkan sopir truck sudah nyata tidak sengaja menabrak pengendara motor. Maka, karena sopir tidak salah, ia berani tinggal di TKP bersama temannya.

“Polisi yang bertugas di rumah sakit sudah duluan tiba, dan saksi mata (teman korban) sudah menceritakan. Pihak Polsek Kamuu yang punya daerah kekuasaan di Distrik Kamuu sudah tiba di TKP sebelum masyarakat tiba. Lalu beberapa masyarakat mulai berdatangan,  saat itu polisi dan sopir bersama temannya ada di TKP,” ujarnya.

Lebih lanjut dia katakan, setelah masyarakat melihat dan memperhatikan korban Demianus Mote sudah tidak bernyawa, maka mereka mulai merontak dan tidak ada jalan lain, keputusan haya membunuh sopir karena keluarga korban di depan mata, maka terjadilah penganiayaan dan  pembunuhan terhadap sopir.

“Sopir truck dianiaya dan dihabiskan nyawa oleh rakyat sebagai pihak korban pertama di depan polisi yang punya senjata lengkap,” katanya.

Pihaknya mempertanyakan kenapa Polisi hanya mengamankan temannya dan tidak mengamankan si sopir truck?. [*]

 

Reporter: Aweidabii Bazil

Editor: Admin

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares