DPRD Deiyai harap pelayanan kesehatan dan pendidikan harus tingkatkan

Nabire, [WAGADEI] – Ketua DPRD Deiyai sementara, Petrus Badokapa mengatakan, pihak eksekutif terutama Dinas Pendidikan dan Pengajaran dengan Dinas Kesehatan kerja harus fokus pada sasaran. Karena dua instansi ini akan langsung berhubungan dengan sumber daya manusia (SDM) di negeri Tigi.

“Dinas pendidikan dan dinas kesehatan jangan main-main dalam pengawasan terhadap bawahan. Banyak sekolah dan puskesmas tidak jalan baik dalam kegiatan belajar mengajar maupun pelayanan kesehatan,” ujar Petrus Badokapa didampingi sejumlah anggotanya kepada wagadei.com di halaman Pengadilan Negeri Nabire, Kamis, [5/3/2020].

Pihaknya telah menemukan sejumlah sekolah dasar [SD] dan puskesmas di distrik Kapiraya, dan distrik Bouwobado sudah tidak berfungsi lagi.

“Ada kepala sekolah, ada guru juga ada kepala puskesmas dan tenaga kesehatan tapi tidak pernah bertugas. Namun kami dapati mereka tetap terima gaji. Nah ini yang tidak boleh. Kita punya masyarakat sakit-sakit tapi tak diobati, juga tak diajari makanya masih bodoh saja,” ungkapnya.

Karena itu pihaknya mengusulkan kepada dua dinas itu agar jangan buka gedung baru lagi. “Benahi yang ada dulu. Itu di pinggiran danau Tigi juga masih ada kendala,” ucapnya.

Ketua fraksi PKB DPRD Deiyai, Naftali Magai mengatakan, Kepala Dinas P dan P sudah diganti dengan orang baru, maka ditegaskan harus lanjutkan saja dengan program yang telah disusun oleh kepala dinas yang lama.

“Tidak boleh ubah-ubah program yang seperti pembangunan tiga ruang SD di distrik Bouwobado harus dibagun di tahun ini, karena itu sudah masuk dalam program tahun ini oleh kepala dinas lama,” ungkap Magai.

Kata dia, sejumlah sekolah yang ada di Deiyai jangan main-main dengan dana BOS yang diberikan Pemda. “Pemda juga harus pekah terhadap angka buka aksara, karena sesuai data yang ada se Papua, Deiyai nomor satu buta aksaranya,” ujarnya.

“Sehingga PKBM yang ada segera perhatikan khusus dari Pemda melalui dinas terkait. Kalau bisa alokasikan dana operasional bagi tenaga-tenaga pengajar upaya ke depan Deiyai gudang intelektual,” katanya.

Kepala puskesmas dari setiap distik, lanjut dia, setiap hari harus berkantor dan optimalkan pelayanan kepada masyarakat lebih khusus dua distrik yang ada di balik gunung.

“Tidak boleh nama saja, lalu orangnya tidak ada di tempat,” ucapnya.

Kepala dinas kesehatan Deiyai, Kornelis Pakage mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi agar kerja lebih baik lagi.

“Pasti kami benahi lagi,” ucapnya singkat. [*]

 

Reporter: Abeth A. You

Editor: Aweidabii Bazil

19,936 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares