Pemuda Kamoro tegaskan mereka yang kasih tanah ke TNI itu orang gila

Nabire, [WAGADEI] – Tokoh pemuda suku Kamoro di Kabupaten Mimika, Maksi Tayaro menegaskan, 78 hektar tanah yang dihibahkan ke TNI untuk pembangunan Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Makogabwilhan) III dari masyarakat adat Suku Kamoro pada Rabu [19/2/2020] merupakan cara orang gila untuk menghabisi generasi penerus di tanah Amungsa pada masa depan.

“Tanah di SP 5 itu milik orang Kaugapo, dan itu saya punya dusun atau tanah yang dihibahkan ke TNI. Mereka yang mengatasnamakan masyarakat suku Kamoro itu sudah orang gila,” ujar Maksi Tayaro kepada wagadei.com melalui selularnya, Jumat, [28/2/2020].

Penyerahan lahan itu langsung diterima oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Menurut Tayaro, tanah ibarat mama yang menyusui dan membesarkan manusia. Jika tanah dijual maka nasib anak cucu masa depan hancur.

“Tanah itu kami punya mama, kami sebagi anak muda wajib lindungi. Kenapa orang-orang di Lemasa dan Lemasko serta tokoh adatm tokoh pemuda, tokoh perempuan yang ada di Timika diam? Kita harus duduk bicara soal pemberian tanah secara gratis ini,” katanya.

Jika para orang tua yang mengaku kepala suku Kamoro murahan terhadap tanah adat, hendak dikemanakan generasi masa depan suku Kamoro pada masa mendatang?

“Kami ini mau dikemanakan? Jangankan puluhan tahun, lima atau enam tahun saja kita akan kehilangan dusun,” ungkapnya.

Metodius Tayaro, tokoh pemuda suku Kamoro lainnya menegaskan, sebagai pihak yang dirugikan akan tempuh jalur hukum untuk memastikan pemilik hak ulayat. “Jadi tanah yang dihibahkan ini, sampai sekarang masyarakat Kamoro juga tidak tahu. Kepala suku gadungan ini jual secara diam-diam,” katanya.

“Jangan kita diam, ini lahan besar yang dicaplok tanpa sepengetahuan kami sebagai pemilik hak ulayat. Ini tanah produksi sagu yang diambil, kita harus pecahkan masalah ini bersama. Hidup kita terancam,” ujarnya. [*]

Reporter: Abeth A. You

1,180 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share

Satu tanggapan untuk “Pemuda Kamoro tegaskan mereka yang kasih tanah ke TNI itu orang gila

  • Februari 28, 2020 pada 6:31 pm
    Permalink

    Setujuuuu…”
    Tanah adalah mama,
    Seharusnya wilaya adat dan pemilik hak harusnya diskusi sebelum melepaskan ke org lain….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares