Tota Manaa, gedung gereja Kingmi termegah di Meepago

Nabire, [WAGADEI] – Gereja adalah suatu perkumpulan atau lembaga dari penganut iman Kristiani yang muncul dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen yang biasanya diterjemahkan sebagai jemaat atau umat.

Hari rabu sore, [25/2/2020] sementara matahari turun di ujung Papua di atas teluk Cendrawasih, wartawan wagadei.com melakukan pantauan terhadap proses pembagunan gedung Gereja Kingmi Tota Manaa di Nabire, Papua. Terlihat sedang dalam proses pembagunan oleh tukang bangunan yang telah lama bekerja.

Objek fisik bangunan yang dilapisi besi beton dengan dua lantai dapat di pastikan bahwa, gereja Tota Manaa yang terdapat di Jalan BD. Danomira Nabire ini menjadi Gereja Kingmi pertama yang termegah di wilayah adat Meepago.

Untuk bangun gedung gereja itu, tepat tanggal, [12/8/2017] silam menjadi hari bersejarah atas peletakan batu pertama oleh gembala sidang, sekaligus pendiri gereja Totamana Pendeta Daan Douw di halaman gereja tersebut. Kurang lebih tiga tahun telah berlangsung dalam proses pembagunan oleh tenaga ahli dari luar Papua. Dana yang begitu terbatas Jemaat Tota Manaa dengan doa, mereka percaya gedung gereja akan berdiri dengan tenang di kota Nabire.

Dengan perlahan gedung gereja Totamana yang megah terus dibangun tidak berhenti seminggupun. Hasil pengamatan dari wartawan, sekitar delapan tukang bangunan menangani proses jadinya pembagunan gedung gereja Totamana. Para tukang itu, dua diantaranya adalah pemuda dari gereja tersebut sebagai pembantu.

Menurut Pendeta Daan, guna mempermudah proses pembangunan, pihaknya membutuhkan uang yang cukup besar, atau dibutuhkan kurang lebih Rp 4 – 5 milyar hingga tuntas gereja berdiri.

Pendeta Douw, pendiri gereja Tota Manaa menceritakan, meskipun gereja Totamana baru berumur 18 tahun di Nabire setelah didirikan oleh Pdt. Daan Douw di RRI di bawah kaki bukit Meriam, dari tahun ke tahun gereja berbahasa daerah Papua ini semakin produktif walaupun jemaatnya baru mencapai 100 – an jiwa.

“Saya mendirikan gereja ini sesuai petunjuk Tuhan sendiri, pada tahun 2001 saya tiba di Nabire setelah saya menjabat sebagai Ketua Klasis di Kamu Timur di Distrik Idakebo, Kabupaten Dogiyai [saat itu pemerintahan masih Kabupaten Nabire] selama 15 tahun. Masuk tahun 2002, saya membuka Jemaat Tota Manaa di pemancar, waktu itu pertama kali saya mengadakan ibadah selama beberapa bulan di rumah, dan setelah itu saya buat gubuk di lokasi yang sekarang gereja besar akan berdiri ini. Ini kita bangun rumah Tuhan, banyak orang akan diselamatkan dari gereja Totamana ini,” kata Douw, sang gembala tetap sidang Tota Mana kepada wartawan wagadei.com di rumahnya, kompleks pemancar RRI lama Nabire, [26/02/2020].

Douw mengatakan, Tuhan akan memberkati gedung gereja Tota Mana ke depan. Gereja ini walaupun orang lain melihat masih kecil dengan jumlah Jemaat yang masih di bawah standar, dirinya bersyukur gedung gereja akan berdiri dengan pertolongan Tuhan.

“Walaupun gereja ini termegah, Jemaat dalam hati dan pikiran harus lebih megah dan lebih teguh dalam kasih iman yang besar kepada Tuhan yang kita sembah sampai hari maranatha,” ucap Gembala Douw.

Sementara, Yance Tekege selaku Badan Pengurus Jemaat [BPJ] Tota Manaa ikut memberikan kekaguman bagi Tuhan sebagaimana dengan begitu hebatnya kuasa Tuhan akan segera berdiri Gereja megah seperti ini.

“Ini murni cara kerja Tuhan sehingga sejauh ini dapat berdiri keadaan pembagunan gereja Tota Manaa ini. Proses Tuhan lebih indah dan tepat, kami hanya berdoa kepada Tuhan tentang proses pembagunan gereja kami ini. Soal uang ke depan, Tuhan akan berbicara kepada banyak orang, dan kami percaya bahwa Tuhan pasti akan menolong semua rangkaian pembagunan gedung gereja Tota Manaa,” Yance Tekege saat ditemui di lokasi pembagunan gereja.

Apapun cara tukang bangunan, kata dia pihaknya menyerahkan kepada Tuhan.

“Dengan perlahan kami akan terus membagun gereja ini, apapun proses yang akan terjadi kami percaya itu semua dalam rencana Tuhan. Gereja ini kami bangun agar lebih banyak orang datang kepada Tuhan dan selamat. Tuhan memberkati proses pembagunan gereja Tota Manaa ini,” ujarnya. [*]

Reporter: Nomen Douw
Editor: Aweidabii Bazil

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares