Walaupun belum ada BAP, 7 tapol Papua disidangkan di PN Balikpapan

Nabire, [WAGADEI] – Tujuh tahanan politk (tapol) Papua diantaranya Bucthar Tabuni, Agus Kossai, Steven Itlay, Ferry Kombo, Alexsander Gobai, Hengky Hilapok, dan Irwanus Uropmabin akhirnya telah disidangkan pada Selasa, (11/2/2020 /)di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pada sidang dakwaan perdana ini disidangkan perkaranya secara sendiri-sendiri sesuai nomor perkara.

Ketujuh tapol Papua dalam sidang dakwaan ini didamping oleh tujuh orang Kuasa Hukum dari Koalisi Penegakan Hukum dan HAM Untuk Papua, yaitu Gustaf Kawer, S.H., M.Si dari Perkumpulan Advokat HAM Untuk Papua (PAHAM), Latifa Anum Siregar, S.H dari Aliansi Demokrasi Untuk Papua (AlDP, Yohanis Mambrasar, S.H. (PAHAM), Yuliana Yabansabra, S.H. (Lembaga Studi HAM Papua (LSHAM), Fatul Huda Wiyashadi, S.H. (Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Samarinda, Bernard Marbun, S.H dari LBH Samarinda, dan Ni Nyoman Suratminingsih, S.H LBH Samarinda.

Latifa Anum Siregar, S.H, salah satu Kuasa Hukum mengatakan, sidang ketujuh tapol Papua dikawal ketat oleh aparat Kepolisian dari Polres Balikpapan dan Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur yang berjumlah kurang lebih 283 personil atau 2 Kompi.

“Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan memulai sidang pada pukul 10:14 Wita. Awalnya sidang perkara Alexander Gobai dengan Nomor Perkara : 31 / Pid.B / 2020 / PN.Bpp dilanjutkan dengan sidang Hengki Hilapok dengan Nomor Perkara : 30 / Pid.B / 2020 / PN.Bpp dan Steven Itlay dengan Nomor Perkara : 32 / Pid.B / 2020 / PN.Bpp yang dipimpin oleh mejelis hakim Sutarmo, S.H.,M.Hum selaku ketua dan Agnes Heri Nugraheni, S.H.,M.H., dan Bambang Condro Waskito, S.H.,M.H selaku dua hakim anggota. Sementara itu, sidang pemeriksaan Agus Kossay dengan Nomor Perkara : 36 / Pid.B / 2020 / PN.Bpp dan Ferry Kombo dengan Nomor Perkara : 35 / Pid.B / 2020 / PN.Bpp dipimpin oleh majelis hakim Bambang Trenggono, S.H.,M.H selaku ketua dan dua Bambang Setyo W, S.H.,M.H., dan Herlina Rayes, S.H.,M.Hum selaku hakim anggota. Sidang perkara Buchtar Tabuni dengan Nomor Perkara : 33 / Pid.B / 2020 / PN.Bpp., Irwanus Uropmabin dengan Nomor Perkara : 34 / Pid.B / 2020 / PN.Bpp, yang berekhir pada pukul 13.14 Waktu Indonesia Tengah,” kata Siregar melalui keterangan pers yang diterima wagadei.com, Rabu, [12/2/2020].

Kuasa Hukum lainnya, Gustaf R. Kawer, SH, M.Si mengatakan, Alexsander Gobai didakwa dengan dua dakwaan, yaitu dakwaan pertama melangar Pasal 110 ayat (1) KUHP Jo Pasal 106 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan dakwaan kedua didakwa melanggar Pasal 106 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Kalau Hengki Hilapok didakwa dengan tiga dakwaan, yaitu dakwaan pertama didakwa melanggar Pasal 106 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP; dakwaan kedua didakwa melanggar Pasal 110 ayat (1) KUHP Jo Pasal 106 KUHP; dan dakwaan ketiga didakwa melanggar Pasal 160 KUHP,” ujarnya.

Sementara Steven Itlai didakwa dengan empat dakwaan, yaitu dakwaan pertama didakwa melanggar Pasal 106 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP; dakwaan kedua didakwa melanggar Pasal 107 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP; dan dakwaan ke tiga didakwa melanggar Pasal 107 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP; dan Dakwaan ke empat didakwa melanggar Pasal 110 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Untuk Agus Kossai juga empat dakwaan, yaitu pertama didakwa melanggar Pasal 106 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP; dakwaan ke dua didakwa melanggar Pasal 110 ayat (1); dakwaan ketiga didakwa melanggar pasal 110 ayat (2) ke 1 KUHP dan dakwaan ke empat didakwa melanggar pasal 82A ayat (2) Jo Pasal 59 ayat (3) huruf a dan b ayat (4) Peraturan Pemerintah No 13 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” katanya.

Yohanis Mambrasar, S.H, kuasa hukum lainny mengatakan, Ferry Komobo didakwa dengan tiga dakwaan, yaitu pertama didakwa melangar Pasal 106 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP; dakwaan ke dua didakwa melanggar Pasal 110 ayat (1) KUHP Jo Pasal 106 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1; dan dakwaan ketiga didakwa melanggar Pasal 160 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP

“Kalau untuk tuan Buchtar Tabuni didakwa dengan tiga dakwaan, yaitu dakwan pertama didakwa melanggar Pasal 106 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP; dakwaan kedua didakwa melanggar Pasal 110 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1; dan dakwaan ketiga didakwa melanggar Pasal 160 KUHP,” ujar dia.

Lalu, kata dia, Irwanus Uropmabin didakwa dengan dua dakwaan, yaitu dakwan pertama melanggar Pasal 106 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1; dan dakwaan ke dua didakwa melanggar Pasal 160 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dakwaan tersebut, lanjutnya, dibacakan oleh tiga orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Yafeth R. Bonai, S.H.,M.H., Adrianus Y. Tomana, S.H., M.H., dan Ismail, S.H. dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua.

Menangapi dakwaan JPU, Gustaf Kawer mengatakan, tujuh kliennya menyatakan keberatan atas dakwaan JPU, dan akan mengajukan keberatan (exsepsi) pada sidang berikutnya.

“Jadi kami minta agar Hakim memerintahkan JPU memberikan salinan BAP kepada ketujuh tapol dan kuasa hukum. Sebab hingga sidang dakwaan ini dilakukan JPU belum memberikan BAP kepada kami entah ketujuh tapol maupun kuasa hukum,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar JPU dapat melakukan pemeriksaan kesehatan kepada ketujuh kliennya karena semenjak dilimpahkan ke Rutan Kota Balikpapan dan terhitung sejak Desember 2019 hingga Januari 2020 beberapa tapol Papua ini mengalami sakit.

“Dan mereka semuanya belum diperiksa secara lengkap kesehatannya,” ucapnya.

Ditambahkan, sidang ditunda dan akan dilanjutkan pada hari Kamis 20 Februari 2020, dengan agenda sidang keberatan. [*]

Reporter: Aweidabii Bazil
Editor: Uka Daida

1,004 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares