Dekenat Paniai dan Tigi akan gelar Muspasmee VI, ini temanya

Paniai, [WAGADEI] – Dekenat Paniai dan Tigi Keuskupan Timika, Papua akan menggelar Musyawarah Pastoral Mee [Muspasmee] ke VI yang akan dipusatkan di Paroki Kristus Kebangkitan Kita [K3] Damabagata, Tigi Timur, Deiyai.

Menurut Ketua Panitia Muspasmee, Albertus Adii kegiatan tersebut merupakan program prioritas dari gereja Katolik di Dekenat Paniai yang digelar sekali dalam tiga tahun.

Tema Muspasmee kali ini, kata Adii, ‘kembali ke tanah kudus-ku’. Sehingga akan fokus pada perlindungan tanah bagi suku Mee dan Moni, terutama tanah atau lokasi milik gereja Katolik di dua dekenat itu.

Muspasmee sebelumnya digelar di Paroki Salib Suci Madi dengan tema kesehatan.

“Kegiatan ini akan kami langsungkan selama satu minggu mendatang, mulai tanggal 17 sampai 24 Februari 2020 dengan tema pembahasan kembalikan tanah kudusku. Jadi akan fokus bicara perlindungan terhadap tanah milik gereja Katolik yang sudah dibeli puluhan tahun silam. Karena belakang ini tak terurus lantaran beberapa hal seperti klaim kembali oleh pemilik hak ulayat padahal sudah dibeli oleh misionaris dari Barat,” kata Albertus Adii ketika dikonfirmasi wagadei.com, Rabu, [12/2/2020].

Adii mengatakan, persiapan untuk menyambut kedatangan umat dari berbagai paroki pihaknya tengah menyiapkan aula utama, tempat tidur, air bersih, mck, dan makanan serta minuman selama kegiatan berlangsung.

“Untuk persiapan sudah 85 persen. Ya, dua hari kedepan akan rampung 100 persen. Jadi intinya tanggung jawab tuan rumah sedikit lagi selesai,” katanya.

Ketua Dewan Paroki K3 Damabagata, Martinus Doo mengatakan, misa pembukaan akan dilakukan oleh Uskup Administrator Timika, Pater Marten Ekowaibii Kuayo, Pr bersama puluhan imam lainnya. Hal itu dikatakan atas persetujuan Pater Kuayo pada beberapa waktu lalu.

“Ya nanti Administrator Keuskupan Timika yang akan buka kegiatan dalam bentuk perayaan ekaristi,” ucap Doo.

Selain umat Katolik di dua Dekenat itu, ia menambahkan, akan dihadiri juga umat Katolik dari Dekenat Kamuu – Mapia dan Dekenat Teluk Cenderawasih.

“Ada juga dari agama tetangga, seperti Kingmi Papua, GKII serta komunitas Bunaani,” ujarnya. [*]

Reporter: Abeth A. You

Editor: –

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares