PKB Dogiyai langgar aturan, Alex Goo layak jadi DPRD gantikan almarhum Paskalis Douw

Dogiyai, [WAGADEI] – Paskalis Douw, salah satu calon legislatif [caleg] terpilih DPRD Kabupaten Dogiyai dari Partai Kebangkitan Bangsa [PKB] periode 2019 – 2024 yang meninggal dunia beberapa waktu lalu harus digantikan oleh caleg yang raih suara berikutnya yakni Alex Goo.

Pada pelantikan anggota DPRD Kabupaten Dogiyai tanggal 23 Januari 2020 di Nabire, pengganti Paskalis Douw adalah sang ayahnya almarhum.

“Almarhum Paskalis Douw memperoleh 1.391 suara. Kalau saya Alex Goo memperoleh 1.181 suara. Nah, sekarang ayah kandung dari almarhum Paskalis Douw yang dilantik jadi anggota DPRD itu memperoleh berapa suara?. Ini di perjelaskan dulu,” kata Alex Goo, Sabtu, [8/2/2020].

Pleno penetan yang dilakukan oleh KPUD Kabupaten Dogiyai adalah atas nama caleg Paskalis Douw, nomor urut dua Dapil satu justru melanggar aturan Undang-Undang PKPU Nomor XV pasal 220 ayat 1 poin a, dan pasal 3 maka yang melantik adalah  suara terbanyak berikutnya.

Sejumlah dokumen, menurut dia, yang berasal dari surat-surat dari PKB Kabupaten Dogiyai hingga DPW PKB Provinsi Papua dianggap palsu atau ilegal.

“Pergantian jabatan legislatif almarhum Paskalis Douw digantikan dengan ayah kandungnya, apakah ini sesuai aturan Undang – Undang sehingga dilantiknya ayah kandung? Jika demikian, tertulis di dalam pasal dan ayat berapa? Terus ayahnya itu caleg nomor berapa di PKB,” katanya.

Ia meminta kepada DPC dan DPW PKB harus menjelaskan secara rinci sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Yang berhak dilantik menjadi anggota legislatif adalah kami yang memenuhi syarat atau ketentuan ketentuan partai, karena setiap partai punya AD/ART,” ujar dia.

“Yang boleh gantikan posisi almarhum Paskalis Douw adalah Alex Goo, bukan ayah dari almarhum Paskalis Douw. Ini bukan warisan yang diwariskan oleh moyang. Saya akan tindak lanjuti masalah ini. Selama ini saya diam bukan karena tidak bisa, saya tunggu kebijakan dari pimpinan partai PKB, KPUD, Bawaslu, dan pihak eksekutif Kabupaten Dogiyai. Kalau memang tidak ada reaksi dalam waktu yang dekat hukum yang mengatur kita,” tuturnya.

Berdasarkan surat penegasan dalam hal caleg terpilih DPRD Dogiyai dari dewan pengurus wilayah PKB  Provinsi Papua pada tanggal 9 November 2019 dengan nomor: 02870/DPW-PKB-03/A.1/XI/20’9. Berdasarkan surat penegasan dari DPW Tidak diakomodir oleh KPUD, BAWASLU, SEKWAN dan Bupati Kabupaten Dogiyai.

Dasar hukumnya sangat jelas bahwa apabila salah satu caleg meninggal dunia, berdasarkan undang-undang PKPU NO. XV pasal 220 ayat 1 poin a pasal 3, maka yang melantik adalah suara terbanyak berikutnya. Namun sampai saat ini belum akomodir rekomendasinya oleh ketua DPC Partai PKB Kabupaten Dogiyai kepada suara terbanyak berikutnya Atas Nama Alex Goo.

“Maka dengan demikian segera di PAW [Pergantian Antar Waktu] dan segera diterbitkan SK atas nama Alex Goo. Berdasarkan peraturan perundang-undang yang berlaku,” katanya. [*]

Reporter: Aweidabii Bazil
Editor: –

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares