Kemerdekaan adalah hak rakyat West Papua

Oleh: Damoye Nor

MERDEKA adalah hak rakyat West Papua. Merdeka menjamin betul dalam Hak Asasi Manusia [HAM] yang diatur dalam UUD 1945 Pasal 28 tentang HAM, UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, UU Nomor 20 Tahun 2000 tentang Pengdilan HAM mengemukakan pendapat umum atau publik.

Adapun, beberapa peraturan perundang-undangan dibuat oleh Pemerintah Indonesia misalnya dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat bahwa ‘sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan’.

Namun semua peraturan perundang-undangan sama sekali tidak berguna atau tidak menjamin secara teratur. Di mana dan kapan akan mewujudkan membangun indeks kemanusiaan di negara ini, rakyat kecil yang bersuara hak sendiri malah dituduh sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata [KKB], pemberontak separatis, bahkan sampai dipenjarakan hingga dikenakan pelanggaran hukum pasal begini dan pasal begitu hingga banyak ungkapan hinaan atau rasisme dilontarkan oleh penguasa tertinggi negara.

Kegagalan perlindungan dan pemenuhan HAM di Indonesia sangat jauh dari Negara-Negara Dunia. Katanya Negara hukum tetapi hukum tersebut gagal total membuktikan kepada Dunia karena Rakyat yang membuka kongres secara terbuka diusir dan dibubarkan oleh anak buah Pemerintah [TNI/POLRI]. Sebenarnya Papua Barat telah Merdeka tetapi kemunafikan Pemerintah Indonesia terus menjadi sasaran dan tempat berlomba mengejar jabatan dan kedudukan.

Rakyat Papua bersuara Papua Merdeka berarti hak rakyat Papua, rakyat Papua bilang NKRI harga mati berarti hak Rakyat Papua jadi tak perlu membatasi hak hidup banyak orang apalagi satu saja tidak wajar membatasi atau memalang haknya.

Rakyat Papua berjuang menjadi bangsa besar atas dasar hukum yang jelas, lambang yang jelas, dan orgasasi Papua medeka [OPM] bukan organisasi bukan main-main, bukan bersandiwara, tetapi memperjuangkan harkat dan martabat atau jatih diri Orang Asli Papua [OAP].

Perjuangan rakyat Papua sebenarnya sangat konstitusional karena dijamin instrumen hukum yang bersifat nasional dan internasional. Lihat dari berbagai penjelasan hukum dan HAM jelas merangkul menjadi terbentuk wajah negara. Oleh sebab itu, kami meminta kepada Pemerintah Indonesia di Jakarta segera hentikan kekerasan seperti menculik, membunuh, menganiaya, memenjarakan, dan kriminal lainnya. Dan lepaskan Papua dari Indonesia tanpa syarat dan tanpa kekerasan.

Kami berjanji; “Kami bersuara terus bersuara sampai akhir Papua Merdeka, kami akan lawan, lawan, dan lawan sampai orang Papua duduk tenang di negeri sendiri. Karena selama ini, kehidupan orang asli Papua seperti hidup di atas jeruji duri.

Lawan! Lawan! dan Lawan adalah solusi terbaik untuk orang asli Papua demi mengakhiri penderitaan di atas tanahnya sendiri.

 

*) Penulis adalah lelaki pendiam tinggal kota Jeruk

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares