Kasus yang menimpa AG, pembunuhan karakter pejabat Papua

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Dugaan kasus pelecehan seksual yang disangkakan kepada pejabat Pemerintah Provinsi Papua berinisial AG terhadap seorang remaja berusia 18 tahun di Jakarta pada 29 Januari 2020 justru membunuh karakter pimpinan tanah Papua yang selama ini eksis di bidang kesehatan.

Hal itu dikatakan Ketua DPRD sementara Kabupaten Deiyai, Petrus Badokapa. Menurut dia, jika dicermati ke belakang atas serangkaian kasus serupa yang dialamatkan kepada pejabat asli Papua telah menjadi ‘makanan’ biasa.

“Kasus yang menimpa AG ini justru pembunuhan karakter terhadap pejabat asli Papua. Mestinya diselesaikan secara kekeluargaan saja, kan keluarga korban dan AG saling kenal. Kalau sampai ke ranah hukum itu lain cerita,” kata Petrus Badokapa kepada wagadei.com, Jumat, [7/2/2020].

Berlebihan dalam pemberitan di berbagai media massa, kata Badokapa justru memperlihatkan tidak proporsional hingga menyudutkan dan menyerang seorang intelektual.  “Jadi ini karena ada yang rasa tersaingi,” imbuhnya.

“Pihak terkait tidak melihat sepak terjang dan keberhasilannya dalam upaya pembangunan kesehatan Papua selama ini. Kasus kecil saja sampai besar-besarkan. Ini ada masalah apa sebenarnya?,” jelasnya bertanya.

Di tengah kematian OAP, kata dia, AG berhasil memutuskan mata rantai kematian mulai sejak AG menajdi Direktur RSUD Abepura, Direktur RSUD Jayapura hingga menjadi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

“Ini sudah jelas bahwa mereka-mereka yang selama ini tidak ingin ada perubahan dan kemajuan pada dunia kesehatan Papua sedang bermain. Ya, kata kasarnya soal jabatan ini,” ujarnya.

“Sebab, perkosa itu berbeda dengan sampai ke kamar hotel. Jadi ini ada unsur lain,” ujarnya. [*]

Reporter: Aweidabii Bazil
Editor: Admin

 

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *