Sidang saksi anti rasisme Deiyai ditunda, Ketua DPRD kecewa

Nabire, [WAGADEI] – Ketua DPRD sementara Kabupaten Deiyai, Petrus Badokapa mengaku menyesal atas ditundanya sidang lanjutan terhadap sembilan orang tersangka kasus aksi anti rasisme di Deiyai yang rencananya akan dilaksanakan pada Kamis, [6/2/2020] di Pengadilan Negeri [PN] Nabire.

Namun, pihak PN Nabire secara tiba-tiba menunda pekan depan pada tanggal 13 Februari 2020. Penundaan ini lantaran hari Injil masuk Tanah Papua di pulau Mansinam.

“Saya kesal dengan sikap Pengadilan Negeri Nabire. Mereka dengan mendadak tunda sidang lanjutan sembilan orang tersangka anti rasisme pada minggu depan. Jika ada libur fakultatif begini, kenapa harus dijadwalkan tanggal 6 Februari,” ujar Badokapa kepada wartawan wagadei.com, Kamis, [6/2/2020] di Nabire.

Menurut Badokapa, dirinya bersama salah satu mantan anggota DPRD Deiyai telah sepakat bersaksi di sidang tersebut.

Lebih dari itu, pihak keluarga dari sembilan pemuda itu telah datang dai jauh untuk menyaksikan persidangan itu. “Sayang sekali, padadal kami dari jauh-jauh sudah turun dari Deiyai ke Nabire dengan merugikan biaya, waktu, dan tenaga,” ungkapnya.

“Tadi malam saya turun dengan keluarga dari sembilan orang anti rasisme itu, tadi semua sudah siap untuk menyaksikan sidang, tapi tiba-tiba dengar info kalau sidang ditunda. Kami sebagai keluarga sangat kesal dengan ke putusan ini,” bebernya.

Sejauh ini pihak keluarga turun dari Deiyai jika keesokan harinya hendak digelar sidang, selanjutnya usai sidang di PN mereka naik lagi ke Deiyai menggunakan transportasi darat.

“Ada keluarga yang menumpang di Nabire. Tentu mereka butuh kebutuhan selama menunggu jadwal sidang berlangsung, sayang sekali,” kata Petrus.

Ia berharap, sidang pada pekan depan agar jangan ditunda lagi karena pihaknya harus pulang ke kampung urus keluarga, kebun, ternak dan tugas lainnya.

Penundaan sidang ini, lanjutnya mesti diperhitungkan oleh pihak PN Nabire, jangan terlena dan harus dipikir secara baik.

“Tidak elok kalau mendadakan ditunda,” ujarnya. [*]

Reporter: Nomen Douw
Editor: Aweidabii Bazil

702 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares