Kombas Digibagata gelar HUT, RD Lamber: Tiga hal penting dalam hidup

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Komunitas basis [kombas] Genisa Yesus Digibagata, Paroki Wagomani, Dekenat Tigi, Keuskupan Timika gelar hari ulang tahun (HUT) ke IV, Minggu, (2/2/2020).

Kombas tersebut hadir bukan keinginan Paroki Wagomani, bukan pula keinginan pula umat Genisa Yesus Digibagata melainkan keinginan dan rencana Tuhan Allah sehingga Genisa Yesus Digibagata hadir untuk mengumpulkan umat-umatnya.

Pastor Paroki Wagomani [Debey], RD. Lamber Koppong mengatakan, rencana manusia bisa saja gagal akan tetapi rencana Tuhan Allah tidak bisa gagal dan juga tidak bisa dapat dibatasi oleh siapapun di dunia. Rencana Tuhan Allah pasti akan terjadi maka Gereja genesa Yesus terjadi karena Rencana Tuhan Allah kita.

Pada perayaan itu pihaknya mengambil bacaan pertama dari Malayaki : 24: 7,8,9,10. Sementara bacaan kedua diambil dari Ibrani .2: 14-18, dan bacaan injil dari Lukas: 2: 22-40.

“Tiga hal yang paling penting dalam kehidupan itu adalah iman, keluarga, dan pendidikan,” ujar Pastor Lamber.

Iman menurut dia, merupakan suatu keyakinan dan kepercayaan kepada Allah. Maka manusia sebagai ciptaan Tuhan yang maha esa harus mempunyai iman yang teguh kepada sang pencipta.

“Allah kita agar kehidupan berkeluarga dalam Tuhan Allah yang harmonis dan damai di antara keluarga untuk menuju keluarga yang aman, terang dan damai,” ujarnya.

Sementara pentingnya keluarga merupakan suatu lembaga sosial yang terkecil yang terdiri dari bapak, mama dan anak-anak dan pula keluarga yang utuh.

“Tidak ada pecah belah dan pula tidak bercerai berai. Tuhan satukan laki-laki dan wanita untuk selamanya. Bukan hanya sekedar dan juga bukan untuk cerai berahi dan kecuali meninggal dunia entah laki-laki maupun wanita. Bersatu untuk menwujudkan kehidupan keluarga yang berharmonisan dan damai,” ungkap dia.

Lanjut dia, pendidikan berarti suatu lembaga yang mampu mengubah karakter manusia yang dapat dihandalkan di bidang apapun.

Ia mengatakan, terutama di bidang religius [keagamaan] maka anak-anak harus dipersekolahkan agar kemudian hari anak-anak tersebut setelah selesai studinya pasti mereka akan kembali ke kampung untuk menjadi pengganti sesama terutama orang tua.

“Bahkan mereka pula menjadi pewarta-pewarta kebenaran atau pewarta firman Tuhan di tanah Papua terlebih khususnya di tanah Debei yang kita cintai,” katanya.

Pastor Lamber mengajak semua orang tua menyekolahkan anak-anak dan memberikan motivasi yang terbaik agar anak-anak menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan, bermoralitas yang baik serta berkemampuan dan bertanggung jawab atas tugasnya. [*]

Reporter: Norbertus Dou
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *