Tanah Siriwo bukan tempat kosong, Pemda wajib siapkan TPA

  • Bagikan
Sekretaris fraksi Membangun Papua DPRP, Alfred Freddy Anouw

Nabire, [WAGADEI] – Maraknya pembuangan sampah di sepanjang jalan trans Nabire – Ilaga terutama di seputaran Siriwo mendapat tanggapan dari anggota Komisi IV DPR Papua Yang membidangi Infrastruktur, dan Sumber Daya Alam serta Lingkungan, Alfred Fredy Anouw.

Anouw menegaskan bahwa sepanjang tanah Siriwo bukan tempat pembuangan sampah.

“Para sopir terutama non Papua yang hendak [biasa] naik dan turun pada malam hari itu agar tidak membuang sampah di sepanjang Siriwo, jalan trans Nabire – Ilaga terutama mulai dari kilo meter 38 sampai 170,” kata Alfred Fredy Anouw kepada wagadei.com di balik selularnya, Rabu, [4/2/2020].

Politisi Partai Garuda ini mengatakan, sepanjang jalan tersebut dirinya melihat banyak sampah organik maupun non organik berserakan hibgga ke badan jalan.

“Sekali lagi saya ingatkan jangan membuang sampah wilayah itu lagi. k
Karena tanah Siriwo itu bukan tempat sampah,” ucapnya tegas.

Ia meminta kepada pemerintah daerah diantaranya Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai segera tangani persoalan sampah dengan serius dan konsisten.

“Dan juga segera siapkan tempat penampung sampah (TPS) di masing-masing kota agar masyarakat tidak membuang sampah sembarang tempat,” kata dia.

“Saya minta agar sopir-sopir trans yang bergelut mencari nafka hidup, terutama non Papua itu bahwa di Nabire, pemerintah telah membuat tempat sampah di berbagai tempat. Sehingga para sopir dari Nabire itu bisa buang di TPS yang Pemerintah sudah siapkan,” ungkapnya.

Sementara, lanjutnya untuk Pemerintah Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, dan Kabupaten Paniai diminta segera membuat TPS agar masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya.

“Kalau kondisi ini kita biarkan terus menerus, kita tahu dampak yang akan timbul kemudian hari. Karena pembuangan sampah yang sembarangan akan terjadi pencemaran lingkungan yang pada ujungnya akan mengakibatkan longsor yang lebih berbahaya, dan kesehatan bagi warga di sekitar kampung Siriwo, ini pasti terancam,” beber Anouw.

Sebab, masyarakat Siriwo hidupnya dari hasil hutan, apabila dibiarkan molor waktunya akan berbahaya bagi mereka.

“Saya juga meminta kepada Pemerintah setempat bersama para sopir-sopir, terutama sopir angkot yang belakangnya terbuka seperti triton, hilux dan pick up serta truck yang hendak menaikkan penumpang agar segera dan wajib siapkan masker wajah agar menghindari terjadinya sesuatu yang terjadi pada kesehatan penumpang tersebut,” katanya. [*]

Reporter: Nomen Douw
Editor: Abeth A. You

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *