Pemkab Nabire diminta perhatikan OAP yang bekerja di sawah

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Nabire melalui instansi terkait diminta perlu membentuk suatu komitmen demia perlindungan terhadap petani sawah bagi orang asli Papua (OAP) di daerah itu.

Sebab mereka selalu tadah panas matahari, dan hujan di persawahan.

Marinus Pigai,seorang petanai sawah yang ditemui wagadei.com di kampung Bumi Raya, SP Satu, Distrik Nabire Barat mengatakan, selama ini budidaya menanam padi identik dengan warga non Papua.

Hal menurut dia, warga pribumi juga telah terbiasa menanam padi, terutama di kampung Bumi Raya SP Satu.

“Tanam padi di sawah ini, kami orang asli Papua, khususnya suku Mee yang mendiami di Bumi Raya sejak warga trans masuk sebelumnya. Waktu itu kami kira sungguh luar biasa, tapi sekarang kami suku Mee termasuk sosok pesaing dengan warga pendatang,” katanya, Senin, [27/01/2020].

Suku Mee dalam pra sejarah dikenal sebagai petani tangguh, dengan tanam utama ubi jalar, keladi, pisang dan berbagai sayur-mayur lainya, namun kini mulai merambah budidaya padi.

Menurut dia, mereka menanam padi merupakan peralihan ‘mata pencarian’ dari tradisi berkebun ke pesawahan sehingga dianggap sesuatu yang luar biasa.

“Karena kami bisa bersaing dengan warga non Papua. Tetapi sayangnya, kami kekurangan dana awal tanam sampai akhir panen selalu mengalami kegagalan menanam dan panen,” ungkapnya.

Ia berharap Pemda setempat harus serius memperhatikan pihaknya karena dengan menanam padi pasti hadir kesejahteraan, kemakmuran bagi ekonomi kerakyatan.

“Apakah posisi ternak babi akan digantikan oleh sapi yang suka jerami? Budaya kita harus tetap pertahankan, walaupun sudah budidaya padi, tetapi ubi jalar dan keladi tidak boleh dilupakan,” bebernya. [*]

Pewarta: Norbertus Douw
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *