DPRD Deiyai gelar rapat paripurna penjelasan nota keuangan Raperda APBD 2020

Deiyai, [WAGADEI] – DPRD Kabupaten Deiyai melaksanakan Rapat Paripurna untuk mendengarkan penjelasan Bupati Deiyai atas nota keuangan Raperda APBD 2020 setempat, Senin, [20/1/2020] bertempat di aula gedung DPRD Deiyai.

Rapat Paripurna dibuka langsung oleh Ketua DPRD Deiyai sementara, Petrus Badokapa  Wakil Ketua sementara, Yusuf Mote serta 20 anggota legislatif dari empat fraksi, yakni fraksi PKB, Hanura, Perindo dan Deiyai Bersatu.

Hadir pula dalam acara tersebut Bupati Deiyai, Ateng Edowai, Wakil Bupati, Hengky Pigai, Sekretaris Daerah Kabupaten Deiyai, Kepala OPD pimpinan Bank Papua cabang Waghete, TNI, Polri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh masyarakat.

Mengawali penjelasannya, Bupati Ateng Edowai menyampaikan bahwa sesuai ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah sebagaimana telah diubah terakhir yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri no. 21 Tahun 2011 bahwa Kepala Daerah dalam menyampaikan Rancangan Peraturan daerah tentang APBD harus disertai nota keuangan.

“Untuk itu, tahapan awal dari proses penetapan ini adalah penyampaian nota keuangan yang merupakan satu kesatuan dari rancangan APBD Tahun Anggaran 2020. Di mana penyusunan RAPBD Tahun 2020 berpedoman pada Rencana Kerja Pembangunan Daerah [RKPD] Kabupaten Deiyai tahun 2020,” ujarnya.

Dalam RAPBD Tahun 2020, lanjut dia, pihaknya telah menetapkan tema pembangunan Pemerintah Kabupaten Tahun 2020 yaitu peningkatan Sumber Daya Manusia [SDM] untuk pembangunan yang berkualitas.

Menurutnya, prioritas pembangunan Deiyai tahun 2020 yang diselaraskan dan disinergikan dengan pembangunan Provinsi Papua, dan pembangunan nasional adalah sebagai berikut;

Pertama, peningkatan daya saing SDM melalui peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan, kesehatan serta pengentasan kemiskinan. Kedua, Pemerataan pembangunan, penguatan infrastruktur dan peningkatan manajemen kebencanaan. Ketiga, pembangunan ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah ekonomi, kualitas, ketenagakerjaan serta perluasan pengembangan kerja. Keempat, peningkatan ketahanan pangan, pengelolaan Sumber Daya Air dan pelestarian lingkungan hidup.

“Dan yang kelima adalah peningkatan ketentraman dan ketertiban,” ucapnya.

Sedangkan dalam rangka optimalisasi sumber pendapatan daerah terutama dari Pendapatan Asli Daerah, maka Tahun 2020 Pemerintah Kota Kediri mengarahkan kebijakan perencanaan pendapatan pada beberapa poin.

Antara lain, meningkatkan pendapatan daerah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, meningkatkan sarana prasarana dan tata kelola pendapatan, mengoptimalkan pendapatan dari dana pembangunan untuk mendanai program prioritas, mengoptimalkan pendapatan lain-lain pendapatan yang sah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pada sisi pendapatan  daerah yang sah direncanakan sebesar Rp 869.258.213.990. terdiri dari belanja tidak langsung, 458.12.153, belanja pegawai ASN sebesar Rp. 263.240.280, belanja Hibah Rp. 28 miliar yang diperuntukan untuk organisasi masyarakat, keagamaan,wanita, pemuda dan partai politik. Bantuan sosial Rp. 23 miliar, belanja bantuan kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota atu desa Rp. 143 miliar,  dan belanja tak terduga Rp. 1 miliar, belanja dana desa Rp. 94.432.471 juta. Dari kerangka tersebut, pembiayaan daerah yang merupakan perkiraan sisa lebih dari perhitungan tahun anggaran sebelumnya,” ujarnya.

Edowai menegaskan, mengingat kemampuan keuangan daerah yang sangat terbatas maka harus pendanaan dalam APBD tahun anggaran 2020 antara lain diarahkan untuk kegiatan yang benar-benar prioritas sesuai program pembangunan daerah terdiri dari bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang insfratuktur, dan bidang keagamaan.

Ketua DPRD Sementara Deiyai, Petrus Badokapa  mengatakan sampai saat ini rancangan anggaran pendapatan masih dalam batas sehat. Mengenai defisit, ia menjelaskan hal itu masih dalam batas yang wajar.

“Kami bagaimanapun akan tetap bersama dengan anggota DPRD yang lain untuk merinci sebaik-baiknya agar kita menemukan yang terbaik,” katanya. [*]

Pewarta: Abeth A. You
Editor: Aweidabii Bazil

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares