IKB gelar kompetisi sepakbola, Komee bantu bola

Deiyai, [WAGADEI] – Ikatan Keluarga Bomou [IKB] se Jayapura menggelar pertandingan sepakbola di kampung Bomou, Distrik Tigi, Deiyai. Kompetisi ini telah dimulai sejak tanggal 30 Desember 2019 hingga kini masih berlanjut ramai di lapangan sepakbola Bomou I diberi nama IKB Cup I.

Nerius Adii, ketua panitia IKB Cup I, kepada wartawan di lapangan Bomou [16/1/2020] mengatakan, pihaknya menggelar turnamen itu untuk mempersatukan tujuh kampung di wilayah Bomou dan juga untuk masyarakat Tigi yang ada di Kabupaten Deiyai.

“Dan juga untuk kita mencari bakat-bakat sepak bola yang nantinya juga bisa mewakili daerah,” ucap Nerius Adii.

Untuk menunjang kegiatan itu, menurut Adii, pihaknya dibantu Pemerintah Daerah [Pemda] setempat, namun enggan menyebutkan berapa dana yang diberikan.

Komee hadir di Bomou

Komunitas Mee Yokaa [Komee] yang selama ini bergerak di bidang persepakbolaan dalam wilayah adat Meepago turut hadir di tempat berlangsungnya kompetisi tersebut.

Bahkan Komee memberikan bantuan berupa sepakbola kepada panitia untuk menambah bola yang disediakan pihak panitia.

Nerius Adii mengatakan, pihaknya merasa senang sekali kehadiran Komee selain berikan bola juga turut memberikan semangat dan motivasi kepada panitia juga para pemain.

“Sudah datang dari jauh-jauh memberikan perhatian berupa bola ini. Bantuan bola yang sudah diberikan itu sangat membantu jalannya kompetisi ini,” kata Nerius.

Ketua Komunitas Mee Yokaa, Fredi E. Degei mengaku, pihaknya senang melihat adanya kompetisi sepakbola di Kabupaten Deiyai khususnya di kampung Bomou.

Degei mengatakan, beberapa bola yang pihaknya berikan merupakan bukti kepedulian kepada dunia sepakbola di wilayah Meepago.

“Kami dari Komunitas Mee Yokaa sebagai pemerhati sepakbola di Meepago sangat senang sekali bisa ada kompetisi di sini [Deiyai]. Kami bawa bola ini sebagai bentuk kepedulian hati kami kepada perkembangan sepakbola di wilayah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya tetap akan mengawal dunia sepakbola di wilayah Meepago.

“Komunitas kami tidak punya donatur apapun,. Jadi bola yang kami sediahkan ini murni hasil ebamukai [patungan] dari kami anggota komunitas dan juga donasi sukarela dari luar,” katanya.

Ia berhadap kompetisi sepakbola harus laksanakan terus di setiap kabupaten agar generasi Papua dari Meepago tidak dicuri dengan kehidupan baru yang membunuh integritas orang Papua. [*]

Pewarta: Nomen Douw

Editor: Abeth A. You

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares