Masyarakat Deiyai tunggu kerja nyata DPRD sesuai ungkapan

Nabire, [WAGADEI] – Masyarakat Kabupaten Deiyai menanti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah [DPRD] periode 2019-2024 setempat harus buktikan sesuai ungkapan saat kampanye terbuka maupun tertutup sebelum dipilih.

Sebab ke 20 orang tersebut telah mengumbar janji manis kepada masyarakat bahwa akan melakukan berbagai terobosan di lima distrik, yakni Tigi, Tigi Timur, Tigi Barat, Boiwobado, dan Kapiraya.

Hal itu dikatakan tokoh pemuda Deiyai, Benediktus Adii. Menurutnya, pimpinan serta anggota DPRD telah sepakat kemitraan antara legislatif dan eksekutif harus bangun dalam rangka menyukseskan pembangunan sumberdaya manusia [SDM], infrastruktur, dan pemerintahan serta pelayanan publik lainya pada Senin, [06/01/2020].

“Janji-janji yang anda telah menyatakan untuk membangun alam serta masyarakat Kabupaten Deiyai kami telah mencatat walaupun kami rakyat tidak tahu menulis dan membaca tetapi otak kami lebih pintar anda,” kata Benediktus Adii kepada wagadei.com melalui selulernya, Selasa, [7/1/2020].

Adii mengatakan, Deiyai bukan daerah luas namun lima distrik bisa dijangkau dengan kendaraan entah darat maupun udara. “Artinya bangun Deiyai tidak memakan waktu, mungkin dalam jangka waktu pendek bisa dinikmati tetapi Bupati dan DPRD yang lalu tidak selamatkan alam serta masyarakat,” kata dia.

“Oleh karena itu, kami meminta kepada DPRD baru, jangan bersenang-senang di luar kabupaten Deiyai. Tetapi datanglah mengabdi di negeri sendiri, kami alam dan masyarakat Deiyai sedang menangis dan rindu pemimpin yang bisa melindungi kami,” ungkap Adii.

Janji para wakil rakyat, kata dia bukan terhadap masyarakat tetapi terhadap alam Deiyai. Ia mengingatkan dikutip dari kata bijak ‘janji adalah utang, utang harus ditepati’.

Ia ungkapkan, mengingat DPRD masa lalu yang pernah dibohongi masyarakat dan alam Deiyai dengan janji palsu.

“Sekarang mereka tinggal nama saja di dunia (sudah meninggal). Maka, jangan menghayal setinggi gunung Deiyai dulu tetapi harus dinyatakan lapangan, ya kerja dulu,” jelasnya.

Ia menambahkan, apa yang disampaikan merupakan keselamatan jiwa yang masih tersisa. [*]

Pewarta: Norbertus Douw
Editor: Aweidabii Bazil

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares